Mesin Waktu

Dokter Ini Suntik Mati 215 Orang, Terungkap karena Wasiat Palsu

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 20:31 WIB
Foto: Harold Shipman (BBC)
Foto: Harold Shipman (BBC)
Jakarta - Tepat 16 tahun yang lalu, publik Inggris dihebohkan atas tewasnya Harold Frederick Shipman, seorang pembunuh berantai yang gantung diri dalam sel penjara. Shipman membunuh lebih dari 200 orang semasa menjalankan praktik sebagai dokter umum di Inggris.

Shipman lahir di Bestwood, Nottingham, pada 1946. The Guardian menyebut seperti yang selalu terjadi dengan orang-orang yang tumbuh menjadi pembunuh berantai, anak dari seorang sopir truk ini dikenal sebagai penyendiri. Dia sangat dekat dengan ibunya, Vera.


Vera wafat karena kanker paru-paru saat Shipman remaja. Shipman jadi saksi pekan-pekan terakhir ibunya yang harus tergantung pada suntikan morfin untuk mengurangi rasa sakit. Lepas dari sekolah menengah, Shipman memutuskan masuk pendidikan dokter di Leeds School of Medicine.

Lulus pada 1970, Shipman jadi asisten di rumah sakit umum Pontefract di West Yorkshire. Izin baginya untuk memulai praktik sebagai dokter umum keluar empat tahun kemudian pada Abraham Ormerod Medical Centre di Todmorden, West Yorkshire.

Di tempat praktik itu pula, Shipman mendapat korban pertamanya. Seorang perempuan bernama Eva Lyons. Lyons terbunuh pada bulan Maret 1975 pada malam ulang tahunnya yang ke 71. Belakangan atas nama seorang pasien yang sekarat, dia memperoleh cukup morfin untuk membunuh ratusan orang.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3