Ke Kemenko Polhukam, Aliansi Nelayan Siap Berlayar ke Natuna 'Usir' China

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 16:01 WIB
Foto: Ketua Aliansi Nelayan Indonesia, Riyono (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Foto: Ketua Aliansi Nelayan Indonesia, Riyono (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta - Aliansi Nelayan Indonesia menyambangi Kemenko Polhukam. Mereka menyampaikan kesiapan kapal-kapal Indonesia yang akan berlayar ke Laut Natuna.

Ketua Aliansi Nelayan Indonesia, Riyono, mengatakan pihaknya ikut rapat bersama sejumlah lembaga yang juga diundang di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (13/1/2020). Total ada sekitar 41 lembaga yang diundang dalam rapat mulai dari KKP, Bakamla, Angkatan Laut hingga Pertamina dan DPRD Natuna juga pemerintah Kepulauan Riau.

Nelayan yang siap berangkat ke Natuna itu berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Dari kawasan Pantura, ada nelayan Rembang hingga Pati yang menyatakan kesediaan melaut ke Natuna.


"Pertama kita mulai dari Rembang, kemudian dari Pati, kemudian dari Tegal, kemudian dari Batang, ini yang paling siap," jelas Riyono.

Dalam rapat tersebut Riyono menyampaikan data kapal yang siap berangkat ke Natuna. Menurutnya, nelayan-nelayan siap berangkat ke Natuna.

"Sudah kita sampaikan hasil rapat kemarin tanggal 6 ya kita penuhi hari ini, ada 447 kapal yang siap, kemudian yang kita utamakan yang 177 kapal yang diatas 100 gross ton. Yang kita siap itu kapal di atas 60 gross ton yang kita sampaikan datanya ke pemerintah dan itu kami perlu komitmen bahwa temen-temen siap untuk berangkat," jelas Riyono.


Riyono mengaku pihaknya saat ini menunggu kesiapan dari pemerintah. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi seperti perizinan SIUP. "Kemudian yang kedua ini adalah misi Merah Putih, misi nasionalisme sebagai anak bangsa. Kemudian BBM, yang tadi belum selesai itu BBM, kira-kira Pertamina siap nggak menyediakan BBM yang usulan KKP adalah ya berangkat ke Natuna itu diberikan BBM subsidi," jelas Riyono.

Selanjutnya
Halaman
1 2