BNPB: Abu Vulkanik Erupsi Taal Volcano di Filipina Tak Sampai ke Indonesia

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 14:29 WIB
Taal Volcano di Filipina Erupsi (AP Photo/Aaron Favila)
Jakarta - Gunung Api Taal (Taal Volcano) di Filipina mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik. Erupsi tersebut dipastikan tidak berdampak ke Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, Senin (13/1/2020), kolom abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Taal terpantau menjauhi wilayah Indonesia menuju arah timur laut atau mengarah ke Samudra Pasifik dari kawah yang terletak di tengah Danau Taal. Hal itu terpantau di pengamatan BNPB melalui InaWARE.


Berdasarkan laporan otoritas resmi Filipina, kolom abu teramati dengan ketinggian sekitar 1 kilometer dari kawah utama. Pihak Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengatakan abu erupsi jatuh ke wilayah yang paling dekat dengan kawah, meliputi Tagaytay, Batangas, dan Cavite.

Debu vulkanik tersebut juga menyelimuti Silang dan Amadeo di Cavite dan Calamba serta Santa Rosa dan San Pedro City di Provinsi Laguna. Sejumlah sekolah di regional Calabarzon, Luson Tengah, dan Metro Manila diliburkan demi alasan keselamatan dan kesehatan.

Abu Selimuti Filipina Akibat Aktivitas Gunung Api Taal / Abu Selimuti Filipina Akibat Aktivitas Gunung Api Taal (Getty Images/Ezra Acayan)

Menurut Badan Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Alam Filipina, sekitar 6000 penduduk telah dievakuasi ke Batangas, dan paling banyak berasal dari San Nicolas, Balete dan Talisay. Hingga sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Selain itu erupsi Gunungapi Taal juga membuat Bandara Internasional Ninoy Aquino ditutup sementara dan semua penerbangan dibatalkan demi alasan keamanan dan keselamatan.


KBRI Manila telah menerbitkan imbauan ke seluruh WNI di Filipina terkait erupsi Taal Volcano ini. Nomor hotline disediakan bagi WNI yang membutuhkan evakuasi.

"Kami Menghimbau kepada seluruh WNI untuk mematuhi peringatan bencana yang disampaikan oleh pemerintah lokal Filipina," demikian keterangan KBRI Manila seperti dikutip dari Facebook-nya. (imk/gbr)