Tak Perlu Surat Rujukan, Pasien Cuci Darah JKN-KIS Manfaatkan Ini

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 15:07 WIB
Foto: Faidah Umu Sofuroh
Jakarta -

BPJS Kesehatan semakin mempermudah prosedur pelayanan hemodialisis atau cuci darah. Kini Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tak perlu update surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Biasanya, pasien harus memperpanjang surat rujukan setiap 3 bulan sekali. Namun dengan adanya program finger print, pasien hanya perlu melakukan perkaman sidik jari agar terdaftar di fasilitas kesehatan tujuan, lalu untuk pelayanan selanjutnya sudah tak perlu lagi ke puskesmas atau FKTP.

"Jadi kini peserta JKN yang kurang beruntung, yang kena gagal ginjal dapat mengakses fasilitas kesehatan yang bekerja sama tanpa harus bolak-balik ke FKTP," ucap Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, di Klinik Hemodialisis Tidore, Senin (13/1/2020).

Senada dengan Fachmi, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Maruf juga mengatakan bahwa program ini untuk memudahkan pasien hemodialisis memperoleh pelayanan tanpa disulitkan hal-hal administratif.

"Kan cuci darah ada yang 2 kali dalam seminggu, ada yang 3 kali. Makannya kalau proses itu ketika 90 hari itu kalau sudah rutin kan jadi kelihatan pendek, tiba-tiba harus update lagi rujukannya. Sekarang dengan finger print ini semua data bisa di master file. Jadi orang tidak perlu terlalu administratif," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk sementara hanya peserta hemodialisis yang mendapatkan layanan finger print. Namun, tak menutup kemungkinan peserta-peserta dengan penyakit kanker juga akan mendapatkan layanan yang sama.

"Sementara untuk ini hemodialisis (hd). Karena kalau kita lihat hd di 2018 itu Rp 4,8 triliun biaya untuk hd. Kalau untuk kanker tentu bertahap, semua diperbaiki. Karena kalau kanker itukan kalau terapi juga kontrol. Tentu semuanya bisa ditemukan," pungkasnya.



(mul/mpr)