Pimpinan DPR Prioritaskan Pembentukan Pansus Jiwasraya Dibanding Asabri

Eva Safitri - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 13:48 WIB
Foto: Sufmi Dasco Ahmad (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Dalam rapat paripurna masa persidangan II muncul desakan pembentukan panitia khusus (Pansis) terkait kasus Jiwasraya-Asabri. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan akan terlebih dahulu menuntaskan kasus Jiwasraya.

"Ya saya pikir satu-satu dulu saya pikir ini baru jiwasraya nanti kita tuntaskan kemenhan Asabri nanti kita lihat bagaimana kasusnya," kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

Lagipula kata Dasco, kasus Asabri ini baru terlihat besar kerugiannya. Kementerian pertahanan pun menurut Dasco sudah melakukan pembenahan terkait direksinya.

"Ya kalau Asabri itu informasi awal yang kita dapat baru begitu kerugiannya. Tapi menurut informasi yang kami dapat juga bahwa sejak awal kementrian pertahanan yang membawahi asabri juga sudah melakukan inventarisir-inventarisir, pembenahan-pembenahan dan sebentar lagi saya dengar akan ada pergantian asabri direksi untuk memudahkan kementrian pertahanan melakukan investigasi yang dianggap perlu," ujar Dasco.

Setidaknya, ada 3 anggota DPR yang menyoroti pembentukan pansus PT Asuransi Jiwasraya dan sejumlah pansus lainnya. Salah satunya, Anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade.



"Harapan saya, pimpinan dan seluruh anggota DPR RI, ada di depan mata kita semua skandal Jiwasraya yang jauh lebih besar dari pada skandal Century," kata Andre dalam rapat paripurna, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Selain Andre, anggota DPR dari Fraksi PKS, Amin AK, mengutarakan hal yang sama. Namun Amin meminta pembentukan pansus tidak hanya sebatas untuk masalah Jiwasraya.

"Ini saya kira momentum yang tepat untuk membentuk pansus. Saya setuju Pansus Jiwasraya dibentuk, tapi tidak sebatas Jiwasraya, saya setuju pembentukan Pansus Asabri, Garuda," ucap Amin.

Selanjutnya
Halaman
1 2