Pabrik Ekstasi di Banyuwangi
Cetak 12 Ribu Tablet Per Hari
Kamis, 24 Nov 2005 16:17 WIB
Jakarta - Kendati produksinya kalah besar ketimbang Cikande, pabrik ekstasi di Bayuwangi mampu menghasilkan 12 ribu tablet ekstasi per hari. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Boedihardjo menjelaskan, pabrik tersebut mampu menghasilkan 12 kilogram tepung ekstasi dalam 3 hari, yang 1 kilogramnya menghasilkan 3.000 tablet."Nah, kita lihat 1 hari itu 4 kilogram. Jadi sekitar 12 ribu tablet per hari atau 72 ribu per minggu. Semisal dihitung per tabletnya Rp 100 ribu maka dihasilkan Rp 7,2 miliar per minggu atau Rp 28,8 miliar per bulan," kata Aryanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2005).Dikatakan dia, ada 5 tersangka yang telah dibekuk. Kelimanya adalah Siswo Prawiro, Satrio Uho, Sugeng, Suparmin, dan Tommy. "Sampai kini polisi menyelidiki peran mereka dan mengejar pelaku lain, yakni Richard dan Hasyim," ujar Aryanto.RekonstruksiLebih lanjut, Aryanto menyatakan, Polri berencana akan merekonstruksi mengenai penempatan peralatan pabrik, termasuk memeriksa tersangka, dan mencari mesin yang masih disembunyikan di rumah seseorang yang sedang diselidiki.Apakah ini ada kaitan dengan pabrik serupa Cikande? "Belum. Kami masih menyelidiki," jawab Aryanto.Seperti diberitakan, Mabes Polri sebelumnya menggerebek pabrik ekstasi terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Jalan Raya Cikande Kilometer 18, Serang, Banten.Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi itu berkapasitas produksi 100 kilogram ekstasi per minggu. Satu kilogram ekstasi berisi 10.000 butir pil yang tiap butirnya laku dijual Rp 100.000.
(aan/)











































