Mahfud Md Yakin Prabowo akan Beri Perhatian Kasus Korupsi Rp 10 Triliun Asabri

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 12:58 WIB
Mahfud Md (ari/detikcom)
Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengaku prihatin kasus Asabri kembali terulang. Mahfud Md meyakini Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akan memberikan perhatian serius soal kasus tersebut.

"Nampaknya itu nanti akan banyak juga menjadi porsi perhatian Pak Menhan dan memang secara proposional harus begitu. Nanti kita akan secepatnya lah," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Bagi Mahfud, kasus Asabri bukan hal baru. Pada awal reformasi, saat menjadi Menhan, Mahfud membuka kasus itu ke publik.

"Terjadi kasus korupsi di situ tahun 1999 dan waktu itu zaman saya jadi menteri tahun 2001 belum selesai lalu kasus itu diadili dan sudah memakan korban. Sudah ada terpidananya juga swasta dan ABRI aktif TNI aktif waktu itu," ujar Mahfud.

Pihak yang dimaksud yaitu mantan Dirut PT Asabri Mayjen (Purn) Subarda Midjaja. Subarda dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 30 juta subsider 6 bulan kurungan. Subarda juga dihukum membayar uang pengganti kurang-lebih Rp 33 miliar.

Di kasus itu, Subarda tidak sendirian. Ia menggocek uang yang dibobolnya ke pengusaha Henry Leo. Akhirnya Henry dihukum 6 tahun penjara.

"Sekarang kalau terjadi lagi sesudah negara mengeluarkan uang untuk prajurit dan tentara itu. Terjadi terjadi lagi," ujar Mahfud.

Mahfud menilai ada kesamaan antara kasus Jiwasraya dengan Asabri. Namun, ia belum berani berspekulasi.

"Iya, modus operasinya sama. Bahkan ada mungkin beberapa orangnya yang sama, tapi nanti lah. Yang penting itu akan dibongkar karena itu melukai hati kita semua," pungkas Mahfud Md. (asp/aan)