BMKG Ingatkan Warga Sumsel Waspada Angin Kencang dan Banjir

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 12:16 WIB
Foto: GettyImages/ ILUSTRASI
Palembang -

BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, Sumsel, memprakirakan potensi cuaca ekstrem. BMKG meminta warga mewaspadai angin kencang, banjir dan tanah longsor.

"Secara regional, seiring aktifnya musim hujan di wilayah Sumsel dengan indikasi menguatnya Angin Muson China Selatan mengakibat peningkatan curah hujan di siang-sore hari," kata Kasi Informasi dan Observasi BMKG SMB II di Palembang, Bambang Benny, Senin (13/1/2020).

Secara lokal, kata Bambang, permukaan Sumsel yang berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia. Hal ini menyebabkan adanya belokan dan pertemuan massa udara di wilayah Sumatera Selatan yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif.

Sedangkan di wilayah Sumatera Selatan bagian Barat, angin lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air di Samudera Hindia. Ini berdampak pada petumbuhan awan Orografik.

"Berdasarkan kondisi regional dan lokal ini akan menyebabkan peningkatan dan kontinyuitas curah hujan di bagian Barat, yaitu pada wilayah dataran tinggi seperti Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, Empat Lawang, Lahat, Muratara, Muba, Pali dan Muaraenim.

Sementara pada potensi bencana angin kencang, puting beliung dan genangan terjadi di wilayah Pagaralam, Prabumulih, Bayuasin, Palembang, OKI, OI, Oku Timur, Oku dan Oku Selatan.

"Secara umum kondisi hujan petir dan angin kencang di Sumatera Selatan pun akan meningkat pada tanggal 13-15 Januari 2020. Selanjutnya mengalami penurunan 16-18 Januari 2020 dan akan kembali meningkat pada 19-20 Januari 2020," katanya.

Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumatera Selatan akan berpotensi tetap terjadi hingga 7 hari ke depan sejak hari ini.

"Kita imbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update Informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak bencana. Salah satunya dengan perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase dan memangkas dahan dan ranting pohon agar tidak tumbang," kata Bambang.



(ras/fdn)