333 Desa Miskin di Maluku Belum Teraliri Listrik
Kamis, 24 Nov 2005 15:42 WIB
Maluku -
Penerangan masih jadi barang mahal di negeri ini. Akibatnya, sebanyak 333 desa miskin di Provinsi Maluku hingga kini belum juga dialiri listrik. Ke 333 desa ini tersebar di tujuh kabupaten. Desa di Kabupaten Maluku Tenggara Barat paling banyak yang belum dialiri listrik, yaitu 135 desa.Beberapa kabupaten lainnya adalah Kabupaten Buru di tiga kecamatan ada 26 desa, Kabupaten Maluku Tengah 25 desa, Kabupaten Seram Bagian Timur 7 desa, Kabupaten Seram Bagian Barat 12 desa, Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 41 desa. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Maluku, AG Simamarta, kepada detikcom di Gedung DPRD Maluku, Jl Ina Tuny Karang Panjang, Ambon, Kamis (24/11/2005)."Memang dari hasil identifikasi dan data yang ada pada instansi kami, sekitar 300 desa yang penerangan listrik belum masuk," ungkap Simamarta.Simamarta mengatakan, untuk menyikapi persoalan tersebut, pihaknya akan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfataan Energi untuk diperhatikan. "Bersama pihak legislatif, kami mengusulan agar sekitar 300 desa diperhatikan persoalan kelistrikannya," ujarnya.Menurutnya, Provinsi Maluku untuk tahun 2005 diberikan tambahan anggaran sebesar Rp 17 miliar. "Kami juga sedang mengupayakan penambahan anggaran selain anggaran tambahan itu," kata Simamarta.Mendengar terdapat banyaknya desa di Maluku yang belum teraliri listrik, beberapa anggota DPRD Maluku tempak terperangah. "Benar-benar tertinggal dan miskin. Apalagi dari data yang kita lihat, semuanya adalah desa yang masuk kategori miskin," tutur ketua Komisi C DPRD Maluku M. Saleh Wattiheluw.Menurut Wattiheluw, situasi seperti ini harusnya segera dapat diantisipasi, karena akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah. "Kami kira, ini sebuah proses ketidakadilan pembangunan. Untuk itu kami minta hal ini segera diatasi," pinta Wattiheluw.Kepala PLN Wilayah Maluku, Setiabudi Suhud, yang dihubungi detikcom belum dapat ditemui. "Maaf, Bapak lagi keluar. Nanti saja balik," ujar salah satu staf PLN Wilayah Maluku.
(mly/)










































