Round-Up

Fadli Zon Singgung Jokowi ke Natuna, Ngabalin Membela

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 05:20 WIB
Foto: Jokowi naik KRI Usman Harun (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)


Ali Mochtar Ngabalin meminta Fadli untuk menggunakan narasi yang baik saat berbicara. Pasalnya, kata Ngabalin, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan petinggi partai yang menaungi Fadli kini berada di jajaran kabinet Jokowi.

"Semakin Anda menyerang pemerintah, semakin Anda terlihat tidak berwibawa Fadli, pertama karena Gerindra, ketum dan Mas Edhy Prabowo itu sudah ada di pemerintah. Jadi pakai otak yang sehat kira-kira yang normal sebagai anggota yang terhormat. Pakai narasi dan isi yang terhormat supaya benar-benar terhormat," ujar Ngabalin di Warunk Upnormal, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (12/2).

Ngabalin kemudian menjelaskan kunjungan Presiden Jokowi ke Natuna. Ngabalin mengatakan Jokowi ingin menyapa masyarakat Natuna dan meredam isu perang dengan China.


"Begini masalahnya, Bung, kan kemarin itu orang berteriak tentang perang, perang, perang. Jadi saya mau bilang gini, tidak ada semua urusan negara menyelesaikan harus dengan perang, orang berwibawa setidaknya itu kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat," kata Ngabalin.

Ngabalin menyebut kehadiran Jokowi ke Natuna juga memberikan pesan kepada China bahwa Indonesia tidak main-main dengan kedaulatan negara. Ngabalin mengatakan Presiden selalu hadir dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

"Dengan kehadiran Bapak Presiden itu artinya memberikan message kepada Tiongkok, China atau siapa saja yang coba-coba mengatur Republik Indonesia. Anda boleh liat bahwa situasi yang dihadapi hari ini, tapi Presiden itu hadir. Kan Presiden itu kan kalau dalam teknik negosiasi, Presiden hanya selalu ada di depan tetapi perangkat di bawah itu harus lakukan langkah-langkah yang luar biasa," katanya.
Halaman

(gbr/idn)