Ngabalin Sebut Presiden Punya Privilege soal Lampu Kendaraan, Ini kata UU

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 12 Jan 2020 15:44 WIB
Jokowi motoran dengan lampu motor mati. (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin merespons kontroversi beda perlakuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mahasiswa UKI yang ditilang saat tidak menyalakan lampu motor ketika berkendara. Ngabalin menyebut Presiden punya privilese atau privilege. Lalu bagaimana UU yang mengatur soal ini?

Awalnya Ngabalin menjelaskan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Menurut Ngabalin, dalam undang-undang itu, ada pasal yang membahas tentang pengguna jalan yang memperoleh hak utama, yaitu Pasal 134 dan Pasal 135.


Ngabalin menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang memiliki keutamaan di jalan raya. Di antaranya mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga pejabat negara.

"Saya tanya dulu ya, kalau ada traffic light begitu padat, ada kebakaran, mobil kebakaran itu kalau lewat itu disuruh untuk semua orang pengguna jalan dikasih bebas. Ada ambulans memuat orang sakit, sepadat apa pun jalan, harus dibuka, dikasih privilese, untuk apa? Untuk mobil itu," ujar Ngabalin di Warunk Upnormal, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).


Tonton juga Ini Momen Jokowi Tak Nyalakan Lampu Motor yang Dipertanyakan Eliadi :


Selanjutnya
Halaman
1 2 3