Ditegur Saat Pacaran, Satpol PP Tikam Warga Pakai Sangkur

Ditegur Saat Pacaran, Satpol PP Tikam Warga Pakai Sangkur

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2005 15:11 WIB
Pekanbaru - Satpol PP (Pamong Praja) Riau, Maulana Husin, sedang panas. Emosinya menggelegar. Begitu ditegur seorang buruh bangunan, Maulana yang saat itu sedang pacaran di kompleks rumah Gubernur Riau, langsung marah. Dia menikam buruh bangunan itu dengan sangkurnya. Jrep! Kini, Maulana harus berurusan dengan polisi. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Menurut Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol Elan Subilan, saat ini Maulana ditahan di Mapolsek Limapuluh. Sedangkan korban yang bernama Hendra Manurung, hingga kini masih dirawat secara intensif di RS. "Korban saat ini mengalami luka serius dan dirawat di RSUD Pekanbaru. Akibat penikaman dengan sangkur, perut korban terkoyak lebar hingga usus terburai," kata Kapoltabes saat ditemui detikcom di Mapoltabes Pekanbaru, Jl. A. Yani, Kamis (24/11/2005). Lantas bagaimana cerita penikaman itu? Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Rabu (23/11/2005) sekitar pukul 22.00 WIB di kompleks gubernuran Jl Diponegoro, Pekanbaru. Malam itu cuaca sangat dingin. Maklum, musim hujan menyelimuti kota Pekanbaru. Dinginnya angin malam membuat Maulana Husin membawa pacarnya bernama Lina (20) ke dalam kompleks yang sunyi itu. Di sana, kedua isan berlainan jenis ini asyik menikmati indahnya malam. Lagi bermesraan, Maulana tak sadar kalau sedang diperhatikan Hendra Manurung, seorang buruh bangunan yang sedang merehab gedung daerah di kompleks rumah orang nomor satu di Riau itu. Melihat anggota Satpol PP malah berpacaran di lokasi tempat dia berkerja, Hendra mencoba memberi teguran agar tidak berpacaran di dalam kompleks. Maulana yang lagi asyik masyuk sebagaimana layaknya orang berpacaran, tidak bisa menerima teguran tersebut. Lantas, Maulana yang berpakaian dinas lengkap dengan sangkur di pinggang malah balik membentak Hendra. Maulana memberikan bogem mentah ke wajah Hendra. Brukk!! Perkelahian pun terjadi malam itu. Dengan emosional, Maulana mencabut sangkurnya dan menikamkannya ke perut Hendra. Darah segar mengalir dari tubuh Hendra. Di balik peristiwa ini, terkesan jajaran Satpol PP Pemrpov Riau menutupi kasus tersebut. Buktinya, kata Kapoltabes, peristiwa yang terjadi pada pukul 22.00 WIB itu tidak segera dilaporkan oleh Perwira Piket Satpol PP bernama Samsul. "Pihak kepolisian mengetahui kejadian ini, dari anggota kepolisian yang bertugas di RUSD Pekanbaru. Melihat ada penikaman, malam itu juga anggota polisi melaporkan ke Polsek Lima Puluh," kata Kapoltabes. Anehnya lagi, kata Elan, anggota Satpol PP bernama Sinaga yang menyaksikan peristiwa penikaman itu justru dimasukkan ke dalam sel oleh Samsul selaku perwira piket pada malam itu. Hal itu mengindikasikan perwira piket terkesan menutupi tindak kejahatan. Apalagi secara resmi pihak kepolisian tidak menerima laporan dari perwira piket itu sendiri.. "Makanya, perwira piket bernama Samsul akan kita periksa. Bisa jadi ada indikasi menyembunyikan tidak kejahatan," kata Elan Subilan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads