Ibu-ibu Ulek Sambal Masuk Muri
Kamis, 24 Nov 2005 14:41 WIB
Denpasar - Sambal pun bisa masuk Museum Rekor Indonesia (Muri). Sambal yang masuk Muri ini terdiri dari 351 jenis sambal, yang diulek ibu-ibu Persatuan Istri Karyawan Angkasa Pura I dalam Festival Sambal di Denpasar, Bali.Variasi jenis sambal itu dibuat secara massal oleh sekitar 350 ibu di halaman Gedung Serba Guna Kantor cabang Bandara Ngurah Rai, Jalan Bandara Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (24/11/2005). Selain variasi yang beragam, sambal yang berasal dari hampir seluruh Nusantara ini diberi nama yang sangat beragam, unik, dan lucu. Sambal yang dibuat oleh pesera dari Papua diberi nama Sambal Koteka dan Sambal Asereje Boikot. Sambal ini pun dihidangkan sangat unik dan menggelikan karena sambal ini dihidangkan bersama-sama dengan koteka. Peserta dari Aceh membuat sambal yang rasanya unik dengan nama yang menyeramkan yaitu, Sambal tsunami. "Sambal ini rasanya seperti gelombang tsunami kali ya," seloroh seorang ibu. Sambal yang disajikan pun ada yang membawa pesan perdamaian, yaitu sambal yang dibuat oleh pesera dari Tapanuli, yaitu Sambal Tuk-Tuk Perdamaian. Dan sambal beraroma buah-buahan, yaitu Sambal Mangga Gitu Lho yang dibuat oleh peserta dari Jawa Tengah. General Manager Muri, Paulus Pangka, usai menyerahkan piagam Muri kepada Ketua Periskapura Ny Bambang Darwoto mengatakan, variasi sambal tersebut layak masuk Muri karena belum pernah ada di Indonesia. "Baru pertama kali ada festival ulek sambal dengan jumlah 351 racikan dan nama yang berbeda," katanya. Variasi sambal ini merupakan rekor ke 1.750 yang tercatat di MURI. Sebelumnya, sebanyak 500 ibu-ibu di Surabaya membuat rujak dengan rasa berbeda juga masuk Muri.
(nrl/)











































