Ketua MPR:
Pencabutan Embargo AS Telat
Kamis, 24 Nov 2005 14:34 WIB
Jakarta - Pencabutan embargo militer oleh Amerika Serikat dianggap sudah terlambat. Sebab alat-alat tempur milik TNI yang dibeli dari AS sudah kadung rusak semua."Kita menyambut baik sekalipun sudah sangat terlambat karena banyak alat militer TNI yang sudah tidak bisa digunakan lagi," kata Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid di sela acara sarasehan Dewan Pers di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Ia mencontohkan banyaknya pesawat F-16 yang tidak bisa terbang lagi akibat embargo tersebut. Meski begitu Hidayat mengingatkan agar pencabutan embargo itu jangan sampai menimbulkan bargaining yang bisa mencabut kedaulatan ekonomi, politik dan keamanan Indonesia."Misalnya, kalau AS terlalu intervensi terhadap Indonesia dalam perang melawan teroris, atau pun ikut campur dalam mengubah kurikulum pesantren. Sebab Indonesia berkomitmen berperang melawan teroris dengan cara-cara yang elegan," kata Hidayat.Pencabutan embargo militer oleh AS disapaikan pejabat Deplu AS, R Nicholas Burns, Rabu kemarin. Dalam siaran persnya, Burns menyebutkan, AS akan membantu militer RI dan membuka kran ekspor peralatan militer dari AS setelah bertahun-tahun diembargo.
(umi/)











































