Niat, Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Keutamaannya

Puti Yasmin - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 20:41 WIB
Gerhana Bulan/Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta - Fenomena gerhana bulan penumbra terjadi pada, Sabtu (11/1/2020) dini hari. Umat Islam pun disunnahkan menjalankan sholat gerhana bulan. Seperti apa tata caranya?

Gerhana bulan bisa disaksikan di Indonesia.



Berikut tata cara sholat gerhana bulan yang dirangkum detikcom:

1. Niat

Sholat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad dan dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Sebelum shalat baiknya, seseorang melafalkan niat terlebih dahulu, yaitu

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Latin: Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini imâman/makmûman lillâhi ta'âlâ

Artinya: Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.

2. Tata Cara

Tata cara sholat gerhana bulan dilakukan seperti pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha, yakni sholat lalu disusul dengan dua khutbah. Hanya saja, setiap rakaat sholat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk.

Sedangkan, dua khutbah setelah sholat gerhana bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana sholat khutbah dua sholat id. Sholat gerhana bulan bisa dilakukan sendiri maupun bersama imam.

Pertama-tama dalam menjalankan sholat gerhana bulan, ucapkan niat dalam hati, sambil mengucap takbir. Baca taawudz dan surat Al-Fatihah. Setelah itu, baca surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan lantang.

Rusuk dengan membaca tasbih selama 100 ayat surat Al-Baqarah. I'tidal dan membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu, surat Ali Imran.

Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat surat Al-Baqarah. I'tidal dan membaca doa i'tidal.

Cara sholat gerhana bulan selanjutnya dengan sujud dan membaca tasbih selama rukuk pertama. Lalu, duduk di antara dua sujud. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua. Kerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja, pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat An-Nisa, lalu dianjurkan juga membaca surat Al-Maidah.

Akhiri cara sholat gerhana bulan dengan salam, dan mendengarkan dua khutbah tausiyah.



3. Keutamaan

Fenomena gerhana bulan memperlihatkan kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan dunia. Fenomena itu juga sebaiknya dijadikan kesempatan untuk meminta ampun dan beramal dengan melaksanakan sholat.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoa lah kepada Allah, bertakbir lah, kerjakan lah shalat dan bersedekahlah."

(pay/erd)