Banjir di Samarinda, Polisi Kerahkan Truk Pasukan untuk Angkut Warga

Suriyatman - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 16:18 WIB
Banjir di Samarinda, Sabtu (11/1/2020). (Suriyatman/detikcom)
Samarinda - Hujan yang turun sejak Sabtu (10/1) dini hari membuat sejumlah kawasan di Kota Samarinda terendam banjir. Akibatnya, genangan air membuat sejumlah ruas jalan di Kota Samarinda lumpuh.

Ketinggian banjir di beberapa titik mencapai 50-100 sentimeter. Untuk membantu warga yang terjebak macet akibat kebanjiran, petugas kepolisian dari Polresta Samarinda, Brimob Polda Kaltim, dan TNI mengerahkan truk pengangkut pasukan untuk membantu warga keluar dari lokasi banjir.

"Dari Brimob menurunkan 2 unit, dari Sabhara Polresta Samarinda 3 unit. Kami operasikan dari jam 8 pagi sampai nanti (banjir) surut," kata Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman di titik banjir di Jl DI Panjaitan, Samarinda, Sabtu (11/1/2020) siang.


Titik-titik banjir di Samarinda di antaranya di DI Panjaitan, Jl Wahid Hasyim, Jl A Yani, Jl Lambung Mangkurat, Jl AW Syahranie, dan Jl Air Hitam. Aparat juga membantu calon penumpang pesawat menuju bandara karena akses menuju Bandara APT kebanjiran.

Banjir di Samarinda.Banjir di Samarinda (Suriyatman/detikcom)

Penumpang yang menuju bandara dijemput di Simpang Alaya. Mereka diangkut sampai Terminal Lempake untuk selanjutnya menggunakan bus Damri menuju bandara.

"Jadi kendaraan angkut pasukan khusus membawa warga maupun calon penumpang pesawat melintasi banjir. Selanjutnya warga dan calon penumpang pesawat akan menggunakan bus Damri menuju Bandara APT Pranoto, Samarinda," jelas Arif Budiman.

Sementara itu, di kawasan Jalan Lempake Jaya, Samarinda Utara, sejumlah warga berusaha melintasi jalan yang tergenang banjir. Minimnya tim evakuasi di kawasan itu membuat warga harus mendorong kendaraan melintasi genangan air yang memiliki arus cukup deras.


Sejumlah warga menyiapkan satu perahu karet untuk membantu para ibu-ibu yang akan keluar dari lokasi banjir menuju ke lokasi yang agak tinggi.

Ketinggian air di jalan Lempake Jaya, yang biasanya hanya tergenang air setinggi 20-40 sentimeter, hari ini meningkat menjadi 60-100 sentimeter. Wakidi, warga Lempake Jaya, mengatakan jalan raya Lempake Jaya merupakan satu-satunya jalan alternatif keluar dari Kota Samarinda. Biasanya kawasan ini hanya terendam air setinggi 10-20 cm. Namun, diduga karena curah hujan tinggi, genangan air membuat jalan raya tertutup hingga ketinggian 60 cm.

"Ya, sejak pagi ketinggian air terus meningkat, ini beda dengan genangan biasanya. Akibatnya, kendaraan yang ingin keluar kota terjebak di lokasi ini, beberapa di antara mereka putar balik, namun banyak pula yang memilih terus melintasi genangan air karena menggunakan mobil yang cukup tinggi," kata Wakidi.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis Bandara APT Pranoto, Rora Ardian, menyatakan aktivitas penerbangan berjalan normal. "Penerbangan di APT Pranoto kondisi hingga saat ini berjalan normal, aman, dan terkendali," katanya.

Dari info traffic bandara, hingga pukul 11.19 Wita sudah ada lima aktivitas penerbangan dari dan ke Samarinda.

"Direncanakan kondisi normal, ada 42 penerbangan dari dan ke bandara kita. Sementara update dari Susi Air ke Long Apung cancel flight," jelasnya.

Simak Video "Aksi Kemanusiaan PMI Tembus Lokasi Banjir Bandang yang Terisolasi"

[Gambas:Video 20detik]

(tor/tor)