ADVERTISEMENT

Tegang Iran Vs Amerika Serikat, Begini Sejarah Hubungan Dua Negara

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 15:51 WIB
Foto: Getty Images/AFP/Tegang Iran Vs Amerika Serikat, Begini Sejarah Hubungan Dua Negara

1981 - Iran melepaskan 52 tahanan Amerika setelah turunnya Carter yang digantikan Presiden Ronald Reagan

1984 - Amerika memasukkan Iran dalam daftar negara yang mendukung terorisme

1985-1986 - Reagan membuka adanya perjanjian militer rahasia dengan Tehran, yang menodai ketentuan embargo senjata dengan negara tersebut. Hal ini dilakukan untuk membebaskan tahanan di Libanon pada perang Irak Vs Iran

1988 - Kapal perang Amerika Vincennes tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang Iran yang terbang di wilayah Gulf. Insiden ini menewaskan 290 penumpang yang sedang dalam perjalanan

1989 - Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal yang digantikan Ayatollah Ali Kamenei. Saat itu Ali Akbar Hashemi Rafsanjani terpilih sebagai presiden


1992 - Iran-Irak Arms Nonproliferation Act disetujui kongres yang memberi sanksi jika ditemukan teknologi atau apa saja yang berpotensi pada pengembangan senjata

1993 - Presiden Amerika Bill Clinton menuduh Iran mendukung terorisme

1996 - Keputusan penjatuhan sanksi pada negara asing yang berinvestasi di Iran dan Libya

1997 - Mohammad Khatami memenangkan pemilihan Presiden Iran


2000 - Sekretaris Negara Amerika Madeleine Albright mengakui peran Amerika dalam kudeta tahun 1953

2002 - Presiden George W Bush mendeklarasikan Iran, Irak, dan Korea Utara sebagai axis of evil. Amerika juga menuduh Iran memiliki program senjata nuklir rahasia

2005 - Mahmoud Ahmadinejad terpilih sebagai Presiden Iran

2006 - Amerika setuju ikut dalam pembicaraan multilateral nuklir dengan Iran jika bertujuan menangguhkan program pengayaan nuklir negara tersebut

2008 - Bush untuk kali pertama mengirim utusan untuk peran langsung dalam negosiasi nuklir dengan Iran di Jenewa

2009 - Amerika, Inggris, dan Prancis mengumumkan penemuan lokasi pengayaan uranium rahasia di Iran. Presiden Amerika Barrack Obama mengatakan tak keberatan kerja sama dengan Iran jika negara tersebut setuju

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT