BMKG Tegaskan Tak Ada Zona Megathrust di Selat Makassar

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 12:40 WIB
BMKG (Foto: Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan informasi yang beredar bahwa di Selat Makassar terdapat zona megathrust yang mampu memicu gempa dahsyat. BMKG menegaskan informasi itu tidak benar.

"Megathrust adalah Istilah untuk menyebut sumber gempa di zona penunjaman lempeng, tepatnya lajur subduksi landai dan dangkal. Di Selat Makassar tidak ada aktivitas penunjaman lempeng (pate subduction), tetapi yang ada adalah sumber gempa Makassar Strait Thrust, yang artinya Sesar Naik Selat Makassar," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Sabtu (11/1/2020).



Daryono menjelaskan Sulawesi memang wilayah yang rawan gempa. Namun Daryono mengatakan potensi gempa itu harus disampaikan sesuai fakta dan tak menimbulkan keresahan masyarakat.

"Adanya potensi gempa dan tsunami di Sulawesi tidak perlu membuat masyarakat kecil hati dan khawatir berlebihan. Semua informasi terkait potensi gempa dan tsunami harus direspons dengan langkah nyata dengan upaya memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak," ujar dia.

Daryono mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa bisa tetap hidup dengan aman dan nyaman. Dia mengingatkan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dan stakeholder terhadap potensi gempa.

"Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, China, dan Selandia Baru adalah contoh negara rawan gempa dengan sumber gempa yang aktif dan kompleks. Tetapi mereka berusaha memitigasinya hingga mereka menjadi negara maju dan terus berkembang," imbuh dia.


BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi di Jabar hingga Sumbar:


Selanjutnya
Halaman
1 2