Jakarta Dinilai Bisa Keluar dari 10 Kota Termacet, Asalkan...

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 07:17 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menyebut Jakarta bisa keluar dari 10 kota termacet versi Tomtom Traffic Index. Namun, ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti jaringan jalan dan integrasi transportasi.

"Kita butuh kurang lebih, mungkin kalau ada percepatan lima tahun. Tapi diiringi dengan pengaturan tata ruang dan peningkatan jaringan angkutan umum. JakLingko harus bagus dan bisa mengalahkan angkutan online," kata Yayat, saat dihubungi, Jumat (10/1/2020).

JakLingko adalah sistem integrasi transportasi di Jakarta. Moda transportasi yang diintegrasikan yaitu bus TransJakarta, angkutan kota, MRT, serta LRT.

Menurut Yayat, ada wilayah-wilayah yang sedang tumbuh namun tidak mendapat kemudahan transportasi. Wilayah-wilayah yang sedang tumbuh seperti Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.

"Jakarta Barat mengarah ke Tangerang. Terus wilayah lain (angkutan massal) bermasalah adalah petumbuhan pusat bisnis Jakarta Selatan. Di sana jaringan jalan tidak mendukung, contoh Kemang. Kawasan perumahan itu yang tiba-tiba berubah jadi pusat bisnis, parkir belum ada angkutan belum siap. Pondok Indah, wilayah Lebak Bulus, Fatmawati. Fatmawati bagus ada MRT, tapi bisnis belum berkembang," kata Yayat.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3