Pintu Air Manggarai, Saksi Bisu Banjir Sejak Zaman Bahela

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 07:08 WIB
Foto ilustrasi: Sampah menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Sejak belum bernama Jakarta, kawasan muara 13 sungai ini sudah disapu banjir berkali-kali. Kini di zaman modern, Jakarta masih juga kebanjiran.

Ada saksi bisu banjir zaman bahela di pojok kota. Saksi bisu itu adalah bangunan warisan pemerintah kolonial Belanda, yakni pintu air Manggarai, Jakarta Pusat.

"Pintu Air Manggarai adalah saksi bisu bencana banjir Jakarta, sejak dahulu kala," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu (11/1/2020).



Pintu air ini adalah pemegang kendali luapan air di Ibukota terdiri dari dua bangunan pintu air, yaitu Pintu Air Ciliwung Lama dan Pintu Air Banjir Kanal Barat (BKB). Pintu ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda, dalam hal ini Departement Waterstaat dari tahun 1920 sampai tahun 1922. Pintu air dibangun dua tahun setelah banjir besar yang melanda Batavia tahun 1918.

Alhasil, dalam banjir-banjir besar berikutnya yang antara lain terjadi tahun 1930, 1942, 1976 hingga 1 Januari 2020, perannya tetap vital.

"Sejarah Pintu Air Manggarai telah memberi peringatan kepada kita semua," kata Agus Wibowo.

Pintu Air Manggarai, Saksi Bisu Banjir Sejak Zaman BahelaSampah menumpuk di Pintu Air Manggarai. (Rifkianto Nugroho/detikcom)


Simak juga video Pasca Banjir, Sampah Menggunung di Pintu Air Manggarai:


Selanjutnya
Halaman
1 2 3