2 Saksi Rusadi Makan Gaji Buta
Kamis, 24 Nov 2005 12:55 WIB
Jakarta - Tidak tahu. Jawaban itulah yang jadi 'senjata' anggota Kepala Biro Teknis KPU Maksum Jayakusuma dan Kepala Bagian Penetapan Pemilu KPU Supriyatna dalam sidang terdakwa anggota KPU Rusadi Kantaprawira. Kesaksian itu mengemuka dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Maksum dan Supriyatna kerap menjawab tidak mengetahui saat 'dihujani' pertanyaan oleh ketua majelis hakim Kresna Menon.Dalam kesaksiannya, Maksum mengaku tidak mengetahui rekanan dan prosedur penunjukan rekanan pengadaan tinta Pemilu 2004. "Saya tidak tahu," kata Maksum.Bagimana menetapkan harga perkiraan sendiri? tanya Kresna."Tidak tahu," jawab Maksum.Berapa kali rapat penentuan harga tinta? cecar Kresna. "Tidak tahu," jawab Maksum lagi.Apakah pernah mendengar panitia pergi ke India untuk melakukan pengadaan tinta? tanya Kresna."Saya kurang pasti tahu. Saya dengar sayup-sayup sepertinya Pak Rusadi dan Royadi yang pergi," jawab Maksum.Dananya dari mana? cecar Kresna."Tidak tahu," kata Maksum.Karena kesaksian Maksum yang serba tak tahu, Kresna pun melontarkan ultimatum. "Apabila saksi tidak menjawab terus terang akan kena ancaman pidana karena ini menyangkut nasib terdakwa," tandas Kresna."Demi Allah, saya menjawab terus terang. Saya benar-benar tidak tahu," Maksum bersumpah.Mendengar keterangan Maksum, kuasa hukum Rusadi, Hotman Paris Hutapea pun melontarkan sindiran. "Apakah saksi pernah dituntut karena menerima honor, namun tidak pernah mengerjakan apa-apa?" tanya Hotman."Belum," jawab Maksum singkat.Mendengar jawaban Maksum, Hotman pun mengancam. "Tunggu sebentar lagi," ujar Hotman diiringi gelak tawa dari pengunjung sidang. Gerrrrr! Tawa pengunjung pun memecahkan keheningan suasana sidang.Dalam sidang itu Maksum mengaku menerima honor sebesar Rp 2 juta per bulan saat menjadi panitia tinta. Namun, dirinya hanya hadir 2 kali dalam rapat karena kesibukannya."Saya menerima honor dari KPU hampir Rp 2 juta namun saya tidak terima honor dari lainnya. Saya jarang hadiri rapat, karena saya sibuk dengan menyiapkan draf petunjuk pelaksanaan pemilih Pilpres 2004," turur Maksum.Mendengarkan kesaksian anak buahnya, Rusadi terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. Rusadi membenarkan Maksum mengikuti rapat, dan tidak percaya atas jawaban Maksum yang tidak mengetahui soal pengadaan tinta ini.Kesaksian dan jawaban serupa pun dilontarkan Supriyatna, saksi kedua Rusadi. Hingga pukul 12.15 WIB, Supriyatna masih dimintai keterangan. Namun dia juga banyak menjawab 'tidak tahu' dan menerima honor seperti Maksum.
(aan/)











































