Untuk Akbar, Cukup Terima Kasih

Untuk Akbar, Cukup Terima Kasih

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2005 12:45 WIB
Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla tampaknya mulai merangkul mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung. Kalla menyampaikan terima kasih kepada Akbar karena telah menyelamatkan Golkar di masa sulit. Tapi, untuk Akbar, cukup terima kasih saja!Selama ini, Kalla dan Akbar, dianggap sebagai dua tokoh Golkar yang berseberangan. Hingga kini, keduanya belum satu hati. Ini sebagai buntut 'perang' mereka saat Munas Golkar di Bali, Desember 2004 lalu. 'Perang' itu dimenangkan Kalla, dan Akbar terjungkal. Seusai pagelaran forum tertinggi Golkar itu, Kalla dan Akbar jarang bertemu. Bahkan, dalam wawancara yang dipublikasikan sebuah majalah nasional, Akbar masih mengkritik merapatnya Golkar di bawah pimpinan Kalla ke barisan pemerintah. Tapi, Kalla tampaknya pintar membaca situasi. Tidak terbantahkan bila saat ini banyak kader Golkar yang masih menjadi pendukung Akbar. Karena itu, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapimnas Golkar di Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/11/2005) malam, Kalla secara khusus menyebut nama Akbar. Kalla meminta kader Golkar untuk berterima kasih kepada Akbar. "Kita berterima kasih kepada Bung Akbar yang telah berhasil melewati masa lalu dengan sulit, sehingga kita bisa belajar untuk masa depan," kata Kalla. Suasana ruang pembukaan Rapimnas yang sebelumnya tampak hening, berganti dengan gemuruh tepuk tangan dari para peserta Rapimnas. Plok..plok..plok!! Tepuk tangan dari para kader Golkar yang berjas kuning itu cukup lama. Kalla juga tampak tersenyum. Akbar sendiri tidak datang ke acara pembukaan Rapimnas itu. Dengan diakuinya kehebatan kepemimpinan Akbar, apakah dengan begitu hubungan Kalla dengan Akbar kembali cair? Tentu jalan politik masih berliku. Keinginan Kalla dan Akbar masih berseberangan. Akbar tidak setuju bila Golkar dibawa merapat ke pemerintahan SBY. Tapi, bagi DPP Partai Golkar, Akbar hanya cukup diberi ucapan terima kasih. Akbar dinilai belum tepat untuk dianugerahi pin 'Bhakti Pratama'. Penghargaan ini merupakan tradisi di Golkar yang dulu sering disebut dengan 'pinisepuh'. Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh senior Golkar yang dianggap memajukan Golkar. Beberapa waktu lalu, nama Akbar Tandjung sempat masuk menjadi nominasi penerima anugerah penghargaan ini. Namun, menurut Ketua Rapimnas dan Perayaan HUT Golkar ke-41, Burhanuddin Napitupulu, setelah dibahas lama, nama Akbar terpental. Nama Akbar tidak masuk dalam jajaran 45 tokoh Golkar yang menerima anugerah 'Bhakti Pratama' ini. Menurut Burhanuddin, Akbar tidak terpilih, karena kurang senior. Menurut dia, pemberian anugerah ini sesuai urut kacang. "Jadi, bung Akbar tidak mendapat pin ini pada tahun ini. Ini tidak ada urusannya dengan balas dendam," kata Burhanuddin. Di antara ke-45 tokoh yang sudah diputuskan menerima penghargaan ini adalah BJ Habibie, Cosmas Batubara, Oetojo Oesman, dan Moerdiono. Penyematan pin penghargaan ini akan dilakukan Kalla pada acara puncak Rapimnas dan HUT ke-41 Golkar pada Sabtu (26/11/2005) di Balai Kartini. Menurut Burhanuddin, Akbar akan diundang untuk menghadiri acara ini. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads