Jika Serius Cabut Embargo, AS Harus Kembalikan Pesawat RI
Kamis, 24 Nov 2005 12:25 WIB
Jakarta - Keseriusan Amerika Serikat (AS) mencabut embargo militer terhadap Indonesia dipertanyakan. Jika serius mencabut embargo, AS harus mengembalikan pesawat-pesawat Indonesia yang ditahan terlebih dulu. "Jika AS serius maka harus memberikan pesawat-pesawat Indonesia yang ditahan seperti F-10 yang ada di California dan pesawat yang ditahan saat dilakukan overhaul seperti di Jerman dan Korea," kata anggota Komisi I DPR, Djoko Susilo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Djoko juga mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu bergembira menyikapi pencabutan embargo itu. Pemerintah harus hati-hati dan tetap mempertahankan kebijakan disertifikasi dalam pemenuhan alat utama sistem senjata (alutsista).Wakil Ketua Komisi I DPR, Amris Hasan sependapat dengan Djoko. Ia menyarankan pencabutan embargo harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan alutsista yang dulu didapatkan dari AS. Sementara pemenuhan alutsista baru bisa mengambil dari negara-negara lain. "Jangan hanya terfokus pada AS, bisa ke Rusia, Cina, Jerman dan lainnya," kata Amris.Amris mengingatkan kebijakan disertifikasi harus tetap dipertahankan karena bisa jadi sewaktu-waktu AS menerapkan embargonya lagi. "Kita nggak tahu kan kalau nanti ada penembakan di Poso kemudian diduga dilakukan aparat, jangan-jangan AS akan mengembargo lagi," kata Amris. Sedangkan anggota Komisi I dari FPKS Soeripto menilai AS mencabut embargo karena khawatir melihat Indonesia yang mulai membangun jaringan pemenuhan alutsista dengan negara-negara pesaing AS seperti Cina dan Rusia. Mantan Sekjen Dephutbun utu juga menduga embargo dicabut terkait keberhasilan RI mengungkap terorisme serta keberhasilan diplomasi RI. Soeripto juga mengingatkan agar pencabutan itu dijadikan motivasi untuk mengembangkan produksi alutsista di dalam negeri.
(iy/)











































