Megawati Dukung Sikap Jokowi soal Natuna: Kedaulatan Tak Bisa Dinegosiasikan

Isal Mawardi, Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 15:56 WIB
Megawati Soekarnoputri (Foto: Andika/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memuji sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi persoalan Laut Natuna. Megawati pun mendukung sikap Jokowi yang menyatakan bahwa kedaulatan NKRI adalah harga mati.

Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidatonya di pembukaan Rakernas PDIP, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Pujian dan dukungan kepada sikap tegas Jokowi itu disampaikan kala Megawati bicara prinsip bebas aktif.

"Prinsip kita, kita tegaskan pada dunia adalah Pancasila. Pendirian kita aktif menuju perdamaian dan kesejahteraan dunia. Aktif pada persahabatan segala bangsa, aktif dalam memperjuangkan lenyapnya penindasan kepada negara manapun. Pendirian bebas aktif tersebut secara aktif pula harus dicerminkan dalam hubungan ekonomi dnegan luar negeri, yang lagi-lagi harus dimulai dari riset nasional kita," tutur Megawati.



Megawati pun meyakini Jokowi memegang teguh prinsip luar negeri bebas aktif tersebut. Hal itu, menurut dia, dibuktikan Jokowi dalam sikapnya menghadapi persoalan di Laut Natuna.

"Prinsip luar negeri bebas aktif ini saya yakini juga dipegang teguh oleh Presiden Jokowi. Hal ini dibuktikan dengan sikap tegas Presiden Jokowi dalam menangani persoalan, di perairan Natuna. Saya sebagai Ketum dan PDIP mendukung penuh sikap Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa persoalan kedaulatan bukan hal yang dapat dinegosiasikan," ujarnya.



Presiden ke-5 RI itu juga meyakini prinsip yang sama diterapkan Jokowi dalam membentuk Badan Riset Nasional. Dia meminta tak ada campur tangan asing yang mencoba masuk ke dalam badan riset tersebut.

"Prinsip yang sama juga saya yakin juga menjadi pertimbangan utama Presiden Jokowi dalam membentuk badan riset nasional. Jangan sampai di dalam bentuknya nanti ada tangan-tangan luar yang mencoba untuk masuk ke dalam itu Pak Presiden. Saya mengingatkan. Jadi harus pyur dari bangsa untuk bangsa kita sendiri," kata Megawati. (mae/imk)