Soal Pengunduran Diri Wahyu Setiawan, PPP Contohkan Moralitas Rommy

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 14:09 WIB
Arsul Sani (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sekjen PPP Arsul Sani mengulas sikap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) yang langsung mengundurkan diri secara resmi setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Arsul menilai sikap Rommy tersebut sebagai contoh moralitas.

"PPP waktu itu misalnya Mas Rommy langsung saja mundur dia, begitu kan. Begitu ditetapkan, meskipun itu ketua umum partai, bukan pejabat negara ya, tapi ya itulah contoh moralitas yang ingin disampaikan oleh Mas Rommy pada waktu itu, paling tidak untuk jajaran kami (di PPP)," kata Arsul di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/12020).


Arsul menjawab pertanyaan perihal status Wahyu Setiawan selaku komisioner KPU setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Wahyu belum mengundurkan diri secara resmi.

"Kalau tidak mengundurkan diri, ya tentu KPU harus memerlukan kode etik yang di internalnya, tidak ada pilihan lain. Nah, kode etik internalnya apa, ya dilihat apa bunyinya di sana," ucap Arsul.


Sebelumnya, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penerimaan suap soal pergantian antarwaktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP, Wahyu Setiawan menyatakan akan mundur sebagai komisioner KPU. KPU mengatakan pihaknya masih menunggu surat resmi pengunduran diri itu.

"Kalau itu konsekuensi dengan Pak Wahyu mengundurkan diri. Karena Pak Wahyu mengundurkan diri, tapi kan harus ada dokumen pengunduran dirinya. Kami tentunya secara kelembagaan menunggu surat resmi," ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada wartawan, Jumat (10/1).

Rommy ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag) pada 16 Maret 2019. Pada hari yang sama, Rommy mundur secara resmi sebagai Ketum dengan mengirim surat ke DPP PPP. (zak/gbr)