Fakta tentang Eksekutor Pembunuh Hakim Jamaluddin yang Pernah Nyaleg

Ahmad Arfah Lubis - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 13:01 WIB
Tersangka pembunuh hakim PN Medan Jamaluddin (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan - Polisi menetapkan tiga orang tersangka pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin. Istri hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum, diduga menjadi otak pembunuhan yang 'menyewa' dua eksekutor berinisial JP dan R untuk menghabisi nyawa suaminya.

Dari keterangan polisi, Zuraida Hanum memberikan uang Rp 2 juta kepada JP dan R. Uang dipergunakan untuk membeli perlengkapan eksekusi pembunuhan hakim Jamaluddin.

"Uang sebesar Rp 2 juta untuk membeli pakaian pelaku, termasuk sarung tangan yang digunakan saat melakukan aksinya," kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian, Kamis (9/1).




Dua orang eksekutor hakim Jamaluddin disebut polisi juga punya hubungan keluarga.

"Ada hubunganlah. Hubungannya bukan hubungan saudara kandunglah," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (10/1/2020).

Satu lagi, soal karier politik JP, yang pernah maju mencalonkan diri sebagai caleg Hanura DPRD Medan.

"Iya, tapi dia hanya caleg. Bukan pengurus, dia hanya ikut caleg," jelas Sekretaris DPC Hanura Kota Medan Hendra DS terpisah. "Setelah pencalegan selesai, nggak ada hubungannya lagi dengan Hanura," imbuhnya.




Polri sudah mengantongi motif pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin, yang diduga dirancang oleh istrinya. Menurut Polri, Zuraida Hanum tega menjadi otak pembunuhan hakim Jamaluddin karena rumah tangga retak dan sakit hati mau dicerai.

"Rumah tangga sudah retak dan sakit hati karena mau dicerai," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Kamis (9/1) malam. (fdn/fdn)