Tahan IP dan YS, Ulama Poso Kecam Densus 88
Kamis, 24 Nov 2005 11:58 WIB
Palu - Sejumlah ulama Poso mengecam aksi Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia gara-gara menangkap dua warga Poso IP dan YS. Keduanya diduga terlibat aksi-aksi kekerasan yang tergolong terorisme di Poso.Kecamanan ini disampaikan Ketua Forum Solidaritas Perjuangan Umat Islam (FSPUI) Poso Ustadz Mohammad Adnan Arsal, Kamis (24/11/2005). "Ipong dan Yusuf dibawa oleh polisi ke Mabes Polri tanpa sepengetahuan pengacaranya dan orangtuanya. Itu sama saja dengan penculikan. Anak itu sudah dua hari tidak makan. Itu pelanggaran luar biasa," tandas Adnan, yang juga Kepala Kantor Departemen Agama Poso.Penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian dinilai telah melanggar kesepakatan yang telah mereka lakukan dengan Kapolda Sulteng Brijen Pol.Oegroseno.Kedua belah pihak sepakat bahwa polisi akan memeriksa dua warga Poso tersebut dengan baik-baik, tanpa penyiksaan seperti kebiasaan polisi selama ini."Saya melihat mereka bukan sebagai Polisi Republik Indonesia, tapi polisi Amerika," kata Adnan dengan jengkel.Untuk diketahui, IP dan YS dibawa ke Mabes Polri Selasa (22/11/2005) dengan menggunakan pesawat Cassa milik Polri. Ia dituduh terlibat sejumlah aksi kekerasan atau terorisme di Poso dan sekitarnya.
(mly/)











































