Belajar Sains dari Al Qur'an

Begini Proses Terbentuknya Embrio Manusia Menurut Al Qur'an

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 05:57 WIB
Begini Proses Terbentuknya Embrio Manusia Menurut Al Qur'an (Foto: iStock)
Jakarta - Al-Qur'an telah lama diketahui memiliki jawaban atas semua pertanyaan manusia. Termasuk perkembangan embrio dalam tubuh ibu yang kemudian lahir menjadi seorang bayi, setelah melalui masa kehamilan 37-42 minggu.

Terbentuknya embrio diawali fertilisasi atau pembuahan yaitu saat sperma bertemu ovum di dalam rahim. Proses ini pun sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Insan ayat 2.

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Arab latin: Innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja'alnāhu samī'an baṣīrā

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."


Setelah sperma bertemu sel telur, maka proses terjadinya kehamilan memasuki tahap paling awal. Dalam beberapa kasus, calon ibu biasanya belum mendapati atau merasakan ada perubahan pada tubuhnya.

Proses pembentukan dan perkembangan embrio atau embriogenesis selanjutnya mulai terjadi pada tubuh ibu. Tahapan ini dituliskan dalam Al-Qur'an surat Az-Zumar ayat 6 sebagai tiga kegelapan.

خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰ لِكُمُاللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

Arab latin: Khalaqakum min nafsiw wāhidatin ṡumma ja'ala min-hā zaujahā wa anzala lakum minal-an'āmi samāniyata azwāj, yakhluqukum fī buṭụni ummahātikum khalqam mim ba'di khalqin fī zulumātin salās, żālikumullāhu rabbukum lahul-mulk, lā ilāha illā huw, fa annā tusrafụn

Artinya: "Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?"

Ayat ini kemudian dijelaskan dalam buku Basic Human Embriology karya Peter L Williams, yang kemudian dikutip dalam buku Hadits-Hadits Sains, Fakta dan Bukti Ilmiah dalam Sabda Nabi Muhammad SAW dari Abdul Syukur Al-Azizi. Berikut penjelasan terkait tiga kegelapan,

1. Tahap pre embrionik

Dalam tahap ini, pertemuan sperma dan ovum yang telah matang dalam fertilisasi membentuk zigot. Sel kemudian membelah dan membesar hingga menjadi seperti gumpalan yang menempel di rahim.

2. Tahap embrionik

Atas kuasa Allah SWT, sel zigot makin besar dan berkembang menjadi embrio. Pada tahap ini mulai terlihat calon anggota tubuh yang makin sempurna seiring perkembangan embrio. Zigot mulai menjadi embrio biasanya terjadi pada usia kehamilan 5,5 minggu.


3. Tahap fetus

Fetus terjadi pada kehamilan usia delapan bulan hingga terlahir ke dunia. Ciri khusus pada tahap ini adalah bentuknya yang sudah sangat mirip manusia. Saat lahir, fetus telah memiliki seluruh organ tubuh yang berfungsi dengan baik.

Proses fertilisasi, perkembangan embrio, hingga akhirnya memiliki sel manusia lengkap yang menjadi organ tentunya juga dijelaskan dalam hadist. Selain menciptakan, Allah SWT juga menentukan jenis kelamin, ajal, dan rezeki janin yang akan lahir di dunia.

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم -وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ ,إنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٍّ أَمْ سَعِيدٍ؛ فَوَاَللَّهِ الَّذِي لَا إلَهَ غَيْرُهُ إنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا. وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Artinya: "Sesungguhnya tiap kalian dikumpulkan ciptaannya dalam rahim ibunya, selama 40 hari berupa nutfah (air mani yang kental), kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama itu juga, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu, kemudian diutus kepadanya malaikat untuk meniupkannya ruh, dan dia diperintahkan mencatat empat kata yang telah ditentukan: rezekinya, ajalnya, amalnya, kesulitan atau kebahagiannya.

Demi zat yang tiada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya setiap kalian ada yang melaksanakan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah sehasta, namun dia telah didahului oleh al kitab (ketetapan/takdir), maka dia mengerjakan perbuatan ahli neraka, lalu dia masuk ke dalamnya. Di antara kalian ada yang mengerjakan perbuatan ahlin naar (penduduk neraka), sehingga jarak antara dirinya dan neraka cuma sehasta, namun dia telah didahului oleh taqdirnya, lalu dia mengerjakan perbuatannya ahli surga, lalu dia memasukinya." (HR Bukhari Muslim).

Sains kemudian membuktikan, setelah 40 hari janin berkembang dan memasuki tahap embrio. Sel terus membelah, bertambah, dan membentuk berbagai organ yang diperlukan manusia selama hidupnya.

Selain tiga kegelapan, Al-Qur'an dan sains menjelaskan tahap perkembangan embrio dengan cara lain. Embrio dijelaskan melalui nama yang berbeda sesuai perkembangan sel manusia saat itu. Berikut penjelasannya:

1. Sulalah

Istilah sulalah digunakan untuk tahap pertama penciptaan janin, yang merupakan hasil fertilisasi sperma dan ovum. Riset membuktikan janin umumnya terbentuk dari satu sperma, yang disebut saripati air mani, bukan dari seluruh cairan yang keluar dari suami. sulalah disebut dalam surat Sajadah ayat delapan.

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

Arab latin: Summa ja'ala naslahu min sulālatim mim mā`im mahīn

Artinya: Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.

2. Alaqoh

Tahap selanjutnya adalah alaqah atau yang disebut segumpal darah. Alaqoh juga bisa diartikan lintah karena bentuk calon janin yang memang mirip binatang penghisap darah tersebut. Alaqah bisa ditemukan dalam surat Al-Mu'minun ayat 14.

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً

Arab latin: summa khalaqnan-nutfata 'alaqatan fa khalaqnal-'alaqata mudgatan

Artinya: Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.


3. Mudghah

Fase mudghah nerupakan perkembangan dari alaqoh yang berarti segumpal darah. Mudghah atau segumpang daging menandai kesiapan calon janin memasuki tahap perkembangan selanjutnya yang ditandai pertumbuhan tulang. Mudghah disebut dalam surat Al-Mu'minun ayat 14.

فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا

Arab latin: fa khalaqnal-muḍgata 'izāman

Artinya: segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang

4. Tumbuhnya tulang dan mulai memiliki bentuk

Sesuai surat Al-Mu'minun ayat 14, calon janin menjadi makin matang dengan tumbuhnya tulang dari yang awalnya berbentuh mudghah. Tulang ini kemudian akan dibungkus lagi dengan daging. Janin yang berkembang juga mulai memiliki bentuk menyerupai manusia.

فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Arab latin: fa kasaunal-'izāma lahman ṡumma ansya`nāhu khalqan ākhar, fa tabārakallāhu ahsanul-khāliqīn

Artinya: Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.


5. Janin makin sempurna hingga akhirnya lahir

Pertumbuhan rangka makin sempurna hingga membentuk seluruh tubuh pada minggu ketujuh. Di minggu kedelapan janin makin sempurna dengan tumbuhnya otot yang menghubungkan tulang. Selanjutnya berbagai organ pendukung mulai tumbuh hingga akhirnya janin siap dilahirkan ke dunia. Peristiwa kelahiran disebutkan dalam surat An-Nahl ayat 78.

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Arab latin: Wallāhu akhrajakum mim butụni ummahātikum lā ta'lamuna syai`aw wa ja'ala lakumus-sam'a wal-absāra wal-af`idata la'allakum tasykurụn

Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (row/erd)