Belajar Sains dari Al Qur'an

Begini Proses Terbentuknya Embrio Manusia Menurut Al Qur'an

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 05:57 WIB
Begini Proses Terbentuknya Embrio Manusia Menurut Al Qur'an (Foto: iStock)

Ayat ini kemudian dijelaskan dalam buku Basic Human Embriology karya Peter L Williams, yang kemudian dikutip dalam buku Hadits-Hadits Sains, Fakta dan Bukti Ilmiah dalam Sabda Nabi Muhammad SAW dari Abdul Syukur Al-Azizi. Berikut penjelasan terkait tiga kegelapan,

1. Tahap pre embrionik

Dalam tahap ini, pertemuan sperma dan ovum yang telah matang dalam fertilisasi membentuk zigot. Sel kemudian membelah dan membesar hingga menjadi seperti gumpalan yang menempel di rahim.

2. Tahap embrionik

Atas kuasa Allah SWT, sel zigot makin besar dan berkembang menjadi embrio. Pada tahap ini mulai terlihat calon anggota tubuh yang makin sempurna seiring perkembangan embrio. Zigot mulai menjadi embrio biasanya terjadi pada usia kehamilan 5,5 minggu.


3. Tahap fetus

Fetus terjadi pada kehamilan usia delapan bulan hingga terlahir ke dunia. Ciri khusus pada tahap ini adalah bentuknya yang sudah sangat mirip manusia. Saat lahir, fetus telah memiliki seluruh organ tubuh yang berfungsi dengan baik.

Proses fertilisasi, perkembangan embrio, hingga akhirnya memiliki sel manusia lengkap yang menjadi organ tentunya juga dijelaskan dalam hadist. Selain menciptakan, Allah SWT juga menentukan jenis kelamin, ajal, dan rezeki janin yang akan lahir di dunia.

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم -وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ ,إنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٍّ أَمْ سَعِيدٍ؛ فَوَاَللَّهِ الَّذِي لَا إلَهَ غَيْرُهُ إنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا. وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Artinya: "Sesungguhnya tiap kalian dikumpulkan ciptaannya dalam rahim ibunya, selama 40 hari berupa nutfah (air mani yang kental), kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama itu juga, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu, kemudian diutus kepadanya malaikat untuk meniupkannya ruh, dan dia diperintahkan mencatat empat kata yang telah ditentukan: rezekinya, ajalnya, amalnya, kesulitan atau kebahagiannya.

Demi zat yang tiada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya setiap kalian ada yang melaksanakan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah sehasta, namun dia telah didahului oleh al kitab (ketetapan/takdir), maka dia mengerjakan perbuatan ahli neraka, lalu dia masuk ke dalamnya. Di antara kalian ada yang mengerjakan perbuatan ahlin naar (penduduk neraka), sehingga jarak antara dirinya dan neraka cuma sehasta, namun dia telah didahului oleh taqdirnya, lalu dia mengerjakan perbuatannya ahli surga, lalu dia memasukinya." (HR Bukhari Muslim).

Sains kemudian membuktikan, setelah 40 hari janin berkembang dan memasuki tahap embrio. Sel terus membelah, bertambah, dan membentuk berbagai organ yang diperlukan manusia selama hidupnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3