1.784 Rumah Sakit Gunakan Sistem Antrean Elektronik di 2019

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 17:33 WIB
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Jakarta - BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) meningkatkan pelayanan pasien. Salah satunya dengan penggunaan sistem antrean elektronik di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima detikcom, Kamis (9/1/2020), jumlah rumah sakit (RS) yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dengan menggunakan sistem antrean elektronik, mengalami peningkatan.

Pada tahun 2017, 510 RS atau 25% dari total RS sudah menggunakan sistem antrean elektronik. Lalu pada tahun 2018, 944 RS atau 43% dari total RS melayani pasien dengan sistem antrean elektronik.


Lonjakan persentase terbesar atau dua kali lipat terjadi tahun 2019. Sebanyak 1.784 RS atau sekitar 80,36% sudah menggunakan sistem antrean elektronik. Angka ini berbanding lurus dengan peningkatan jumlah Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) maupun RS yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun.

Sampai dengan November 2019, tercatat ada 2.469 FRKTL yang terdiri dari 2.220 RS dan 29 Klinik Utama. Lalu sebanyak 723 FRKTL merupakan milik pemerintah daerah.

Sedangkan persentase rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dibanding yang teregistrasi di Kementerian Kesehatan mengalami peningkatan dari tahun 2014, yaitu sebesar 49,91%.


Dari data yang sama, peningkatan juga terjadi pada display tempat tidur untuk mempermudah mencari kamar perawatan. Selain itu, ada simplikasi dan kepastian layanan buat pasien gagal ginjal kronis stadium akhir. (prf/ega)