AS Cabut Embargo, TNI AL Tetap Beli Senjata ke Rusia

AS Cabut Embargo, TNI AL Tetap Beli Senjata ke Rusia

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2005 11:14 WIB
Kupang - Pencabutan embargo pembelian senjata dari AS tidak langsung berdampak bagi TNI AL. Pasalnya, harga alat perang yang dijual Amerika Serikat (AS) jauh lebih mahal dibandingkan Rusia, Cina, Korea Selatan maupun negara penghasil peralatan militer lain."TNI AL tetap berencana membeli armada perang dan alat tempur ke Rusia, Cina dan sumber lainnya," kata KSAL Laksamana Slamet Soebijanto kepada wartawan menanggapi keputusan AS yang mencabut embargo militernya, di Pangkalan Utama TNI AL IX, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (24/11/2005). Diakui Slamet, secara substansi peralatan tempur produk AS memiliki desain yang lebih baik dan kemampuan daya tempur juga lebih bagus.Namun dari sisi pendanaan, jangkauan Indonesia untuk membeli alat tempur dari AS tidak mencukupi. "Anggaran tahun 2005, TNI AL mendapat US$ 1,96 miliar. Dan ini diupayakan untuk meningkatkan kekuatan TNI," katanya.Saat ini, TNI AL mempunyai 114 armada tempur dan 90 ribu personel. TNI AL mempunyai target pada tahun 2006 akan memiliki 280-an kapal perang untuk mengamankan 81.000 kilometer perairan Indonesia. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini