Pelacur Keluar Masuk LP Cipinang?

Pelacur Keluar Masuk LP Cipinang?

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2005 10:52 WIB
Jakarta - LP Cipinang dinilai bagaikan hotel bagi para napi berduit. Di LP, para napi berduit bisa mendapatkan fasilitas telekomunikasi, televisi, AC, mebel bagus, bahkan sampai kebutuhan narkoba. Kini, yang juga mencengangkan adalah disediakannya pelacur untuk melayani kebutuhan biologis para napi berduit itu. Hah!!Bagaimana para napi bisa mendapatkan semua itu? Tentu, dengan kongkalikong dengan oknum petugas LP Cipinang. Dengan cara diam-diam! Sebab, fasilitas-fasilitas ini jelas dilarang dalam peraturan. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Fauzi, telah mempermasalahkan fasilitas pelacur di LP Cipinang ini. Saat melakukan rapat kerja dengan Menkum dan HAM Hamid Awaludin, Rabu (23/11/2005) kemarin, tanpa tedeng aling-aling Fauzi menyoal hal ini. "Saya meminta Pak Menteri menertibkan hal itu," pinta Fauzi. Mendapat 'serangan' dari Fauzi ini, Hamid cukup terkejut. Ini terlihat jelas dari mimik wajahnya. Dia berjanji akan memberantas pelacuran di LP Cipinang ini, bila memang ada bukti. "Tolong, saya diberi bukti-buktinya," tantang Hamid. Fauzi saat dihubungi detikcom, Kamis (24/11/2005), menyatakan, isu pelacuran di LP Cipinang bukan basa-basi. Dia mendapat informasi ini dari seorang napi LP yang khusyu' beribadah. Napi tersebut merasa terganggu dengan adanya aktivitas menggilir pelacur yang dilakukan para napi berduit.Menurut Fauzi, berdasarkan cerita dari napi itu, pelacuran ini biasanya terjadi pada malam hari. Ada sebuah kamar khusus yang disediakan oknum petugas LP untuk para napi untuk berkencan dengan para pelacur itu. Satu per satu napi yang tertarik dengan 'program' ini bergiliran masuk untuk memuaskan hajat biologisnya. Astaga!!! Sangat mustahil pelacur bisa masuk ke LP tanpa bantuan oknum petugas LP. "Kita tidak mempermasalahkan kebutuhan biologis para napi. Kalau memang dibolehkan, ya difasilitasi saja istrinya untuk memenuhinya. Jangan pakai pelacur," kata Fauzi berang. Pelacuran di LP Cipinang ini memang dilakukan sembunyi-sembunyi. Sebelumnya, Fauzi pernah mempermasalahkan fasilitas-fasilitas 'wah' pada napi-napi berduit ini pada raker dengan Hamid Awaludin beberapa waktu lalu. Saat itu, Hamid pun meresponsnya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak). "Tapi, saat sidak itu, Hamid tidak menemukan HP, AC, mebel, komputer, dan lain-lain di kamar tahanan," kata Fauzi. Tampaknya, pihak LP sudah membersihkan barang-barang itu sebelum Hamid datang. Namun, begitu sidak itu berlalu, barang-barang ilegal itu pun kembali marak di LP. Aktivitas pelacuran pun juga kembali muncul. Menurut Fauzi, untuk membuktikan informasi ini, sebenarnya Komisi III ingin melakukan sidak ke LP Cipinang pada malam hari. Tapi, sayang, untuk sidak, Komisi III harus meminta izin kepada Hamid. Bila tidak mendapat izin tertulis dari Hamid, jangan harap petugas LP Cipinang membuka pintu bagi para anggota Komisi III. Karena itu, kata Fauzi, pihaknya sudah meminta kepada Hamid agar Komisi III diberi keleluasaan untuk melakukan sidak ke LP tanpa izin menteri. "Pak Hamid bilang, tidak ada aturan harus izin menteri. Ini aneh, karena bawahannya selalu mensyaratkan itu. Bila memang tidak harus izin menteri, sewaktu-waktu nanti Komisi III akan sidak ke sana," ungkap dia. (asy/)


Berita Terkait