Polri Antisipasi Aksi 'Balas Dendam' Anak Buah Azahari
Kamis, 24 Nov 2005 10:46 WIB
Jakarta - Noordin M Top cs hingga kini masih bebas berkeliaran. Ancaman aksi balas dendam anak buah Azahari terus menghantui menjelang Natal dan Tahun Baru 2006."Polri saat ini melakukan langkah-langkah antisipasi ancaman terorisme pascatewasnya Azahari, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncokokepada detikcom per telepon di Jakarta, Kamis (24/11/2005).Kepolisian hingga kini masih memburu Noordin M Top dkk pascatewasnya Azahari. Bahkan, sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah telah diobok-obok. Noordin M Top dan anak buahnya dikabarkan sempat membeli darah di PMI Temanggung, namun hal itu telah disangkal.Dana TerorisDalam kesempatan itu, Bambang menegaskan, Polri tidak pernah melibatkan seseorang dengan warga negara tertentu terkait jaringan pendanaan teroris."Polri telah berhasil memutus aliran dana dari Timur Tengah yang mengalir pada Juni, Juli tahun 2004," tandas Bambang.Menurut dia, kelompok Azahari dan Noordin M Top kini menggalang dana melalui jasa bisnis seperti penjualan voucher ponsel, bahkan sampai merampok."Mereka juga mendayagunakan jasa TKI. Mereka tidak mungkin menggunakan jasa perbankan karena akan mudah ditangkap," kata Bambang. Mengenai jumlah dana yang dialirkan teroris, Bambang menolak membeberkan. "Wah itu terlalu teknis, saya belum bisa mengungkapkannya. Yang jelas saluran dana telah diputus, kemudian mengalihkan penggalangan dana melalui bisnis," ungkap dia.Bagaimana Polri bisa yakin bahwa saluran itu telah terputus, padahal kurir mereka berganti-ganti? "Ya itu kan hasil investigasi dengan penyidik. Setelah ada yang ditangkap, otomatis aliran terputus dengan negara lain. Ya nggak mungkin keledai terantuk batu yang sama, sebab sangat berisiko kalau masih diteruskan," kilah Bambang.
(aan/)











































