Menlu Sesalkan Tuduhan Diplomat Asing Danai Azahari
Kamis, 24 Nov 2005 10:00 WIB
New Delhi - Menlu Hassan Wirajuda menyesalkan ontran-ontran di dalam negeri yang menyebutkan diplomat asing terlibat mendanai aksi terorisme Azahari dkk. Seharusnya dugaan itu disampaikan kepada Deplu lebih dulu."Saya menyesalkan polemik yang menunjuk pada peran diplomat asing dalam kaitan pendanaan terorisme dalam negeri tanpa didukung bukti-bukti yang kuat dan melalui prosedur yang tepat," kata Hassan di New Delhi, India, sebelum bertolak ke Pakistan mendampingi Presiden SBY. Seperti diketahui, tuduhan itu menyebabkan Dubes Arab Saudi resah. Tuduhan itu disampaikan pada Sabtu lalu. Kapolri Jenderal Sutanto sudah menyanggah hal itu.Hassan menyatakan, dalam hal demikian, mestinya kita tidak mudah membuat tuduhan. "Kalau pun ada, siapa pun dari kita, baik perorangan maupun lembaga negara dan pemerintahan yang menduganya, tentu harus mempunyai bukti kuat," kata Hassan seperti dilaporkan reporter detikcom yang mengikuti perjalanan SBY, Luhur Hertanto, Kamis (24/11/2005).Menurut Hassan, mestinya dugaan itu disampaikan ke Deplu. "Karena kan ada aturan terkait dengan kekebalan diplomatik. Kode etik bagaimana seorang diplomat asing harus berperilaku, termasuk perlakuan kalau yang bersangkutan tidak berperilaku tepat. Ada tata aturan bagaimana menindak mereka," papar diplomat karier ini. Menurutnya, bila ada di antara mereka yang akan dimintai keterangan, harus koordinasi dengan Deplu. Ini terkait dengan kekebalan diplomatik yang mereka miliki. "Tapi kita sudah cek ke Polri, ternyata tidak ada diplomat yang terindikasi," demikian Hassan.
(nrl/)











































