Telepon Menlu Vietnam, Retno Minta Agar Deeskalasi AS-Iran Diupayakan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 11:38 WIB
Raker Kepala Perwakilan RI-Kemenlu Resmi Dibuka (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Pemerintah terus berupaya untuk meredam eskalasi dalam hubungan antara Iran dengan Amerika Serikat. Pagi ini, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pun telah berkomunikasi dengan Vietnam selaku Presidensi Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan itu disampaikan Retno dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kemenlu di Istana Negara, Kamis (9/1/2020).

"Kami ingin laporkan kepada Bapak Presiden bahwa Indonesia sudah mengirim pesan ke semua pihak terkait untuk menahan diri agar eskalasi yang sedang terjadi tidak memburuk," kata Retno.

"Pagi ini kami juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Vietnam selaku Presidensi Dewan Keamanan PBB yang intinya meminta presiden dewan keamanan untuk terus mengupayakan peredaan ketegangan," sambungnya.



Retno mengatakan, Menlu Vietnam Pham Binh Minh saat ini telah berada di New York. Dia berharap Vietnam terus berupaya agar de-eskalasi antara AS dengan Iran dapat terjadi.

"Tadi pagi juga saya bicara per telepon. Beliau sudah ada di New York. Intinya adalah kita mengharapkan dengan Presidency Vietnam, Vietnam juga dapat terus mengupayakan agar de-eskalasi dapat terjadi itu satu," kata Retno.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno LP Marsudi juga telah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat dan Iran. Pertemuan digelar secara terpisah.



Pertemuan itu dilakukan pada Senin (1/6). Retno mengatakan pertemuan digelar untuk menyampaikan sikap Indonesia terkait hubungan Iran dan AS usai pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

"Met the Ambassador of Iran and Ambassador of the US separately this afternoon (06/01). Indonesia conveyed concerns on the latest development in US - Iran relations," tulis Retno dalam akun Twitter @Menlu_RI seperti dilihat detikcom, Selasa (7/1/2020).

Retno meminta AS dan Iran menahan diri. Dia menyebut eskalasi dalam hubungan antara Iran dan AS tidak akan bermanfaat bagi siapapun malahan bakal memberi dampak pada ekonomi dunia. (mae/imk)