Gubernur Sulsel: Aliran Sungai Jeneberang Kritis, Siaga Hujan Ekstrem

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 10:05 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menilai kondisi sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di sekitar Kota Makassar kritis akibat alih fungsi lahan. Akibatnya, cuaca ekstrem dapat membuat sungai meluap dan membuat Makassar banjir.

Hal ini disampaikan Nurdin saat memimpin Apel Siaga Bencana Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (8/1/2019). Sejumlah unsur, dari BPBD, TNI, Polri, hingga PMI, hadir dalam apel siaga tersebut.

Nurdin menyebut kondisi DAS Jeneberang yang bermuara di Makassar kini kritis akibat perambahan dan alih fungsi hutan yang berlebihan.


"Dari dulu aliran Sungai Jeneberang itu sudah superkritis, indikatornya adalah pendangkalan Jeneberang," kata Nurdin di lokasi apel.

Kondisi DAS Jeneberang yang telah mengalami pendangkalan membuat air cepat penuh saat musim hujan, terlebih saat hujan dengan intensitas tinggi turun dalam sehari.

"Ini berarti hulu kita ini sudah bermasalah. Jadi saya ingin sampaikan bahwa kenapa kita harus siap siaga, ini menghadapi curah hujan yang ekstrem," ujarnya.


Tak hanya Kota Makassar, menurut Nurdin, seluruh wilayah di Sulsel juga berpotensi dilanda banjir akibat pendangkalan sejumlah DAS, seperti di Walanae, Jenelata, hingga Saddang.

"Alih fungsi lahan tentu juga menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana banjir karena daerah-daerah resapan hampir boleh dikata mengecil, hutan kita juga semakin berkurang akibat alih fungsi lahan, yang tadinya hutan menjadi ladang, dan ini terus terjadi," paparnya.

"Hujan turun airnya tidak meresap, masuk ke tempat cadangan air kita yang kita sebut sebagai groundwater storage. Tetapi membawa pasir, membawa debu masuk ke sungai, sungai kita menjadi dangkal. Termasuk beberapa cekdam kita yang tadinya multipurpose (serbaguna) kita harapkan bisa bertahan 100 tahun, belum 20 tahun kita sudah lakukan pengerukan," jelas guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin itu.


Tonton juga Rekaman CCTV Begal Todongkan Parang ke Anak Kos di Makassar:

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/gbr)