Istana: Pemerintah Dorong Diplomasi Damai dan Tingkatkan Patroli di Natuna

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 09:31 WIB
Foto: Dini Shanti Purwono (Yoki Alvetro/detikcom)
Jakarta - Istana menegaskan pemerintah tetap menindaklanjuti isu perbatasan di perairan Natuna melalui diplomasi damai. Meski demikian, patroli di perbatasan tetap ditingkatkan.

"Pemerintah akan usut tuntas isu ini melalui diplomasi damai, namun tetap meningkatkan penjagaan di perbatasan Natuna," kata Stafsus Presiden Dini Shanti Purwono lewat pesan singkat, Rabu (8/1/2020).


Dini kembali menyampaikan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Indonesia akan mempertahankan kedaulatan.

"Dari Presiden jelas. Kita akan mempertahankan apa yang menjadi hak Indonesia," ujarnya.


Berdasarkan situasi terakhir yang dilaporkan, kapal nelayan, kapal coast guard serta kapal perang China juga mondar-mandir di wilayah hak berdaulat Indonesia itu. Indonesia juga mengerahkan kapal perang.

Indonesia sudah memperkuat pertahanan, meski ini bukan perang. TNI menambah empat armada kapal perangnya untuk memperkuat pertahanan.

"Empat kapal sudah sampai di lokasi, saat ini total ada delapan kapal," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Koarmada) I, Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi.


Tonton juga Natuna Diusulkan Jadi Provinsi, Kemendagri: Kita Lagi Pengkajian :

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/gbr)