Ngopi Bareng, Menaker Minta Pegawai Jadi Influencer Ketenagakerjaan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 21:19 WIB
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menggelar acara Ngopi Bareng Pejabat Pengawas (Eselon 4) dan Para Pejabat Administrator (Eselon 3). Acara yang digelar di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan itu dijadikan sebagai ajang silaturahmi antarpegawai.

Dalam kesempatan itu, Ida meminta para pejabat Kemnaker dapat terus meningkatkan produktivitas kerja, memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat, serta menjadi influencer melalui media sosial untuk mendukung sosialisasi program-program pemerintah, khususnya di bidang ketenagakerjaan.

"Seluruh pegawai Kemnaker perlu bersyukur karena telah menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/1/2020).

"Bapak-ibu harus menjadi influencer ketenagakerjaan yang mensosialisasikan program-program pemerintah. Mari berikan layanan terbaik bagi masyarakat. Terus dan jangan berhenti melakukan inovasi," pungkasnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul, hal terpenting yang harus dihindari di tingkat internal Kemnaker adalah menghilangkan aspek ego sektoral/ego unit, yang nantinya akan menghambat kinerja.

Ia menambahkan, dalam memberikan kontribusinya dalam membangun SDM, pegawai Kemnaker juga perlu untuk membekali diri agar kompeten dan terus berinovasi. Hal tersebut mutlak diperlukan guna menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang kompleks.

"Tantangan yang kita hadapi dalam pengembangan SDM saat ini cukup kompleks, mulai dari angkatan kerja kita yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah, tingkat produktivitas stagnan, dan tingkat daya saing yang perlu kita tingkatkan," kata Ida.

Dalam kesempatan itu pula, ia mengatakan, dibutuhkan sinergi antar-unit di Kemnaker dalam upaya memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

"Tak bisa pelayanan PTSA bekerja secara optimal tanpa didukung semua unit yang ada di sini," ucapnya.

Ia juga mencontohkan pentingnya sinergi dalam program Kartu Pra-Kerja. Sertifikat kerja yang dimiliki setelah mengikuti pelatihan akan percuma, apabila pemilik sertifikat kerja masih menganggur. Oleh sebab itu, lanjutnya, pentingnya Binapenta membuka perluasan kesempatan kerja seluas-luasnya, karena sudah mengetahui demand-nya.

"Binalattas yang melakukan pelatihan dan BNSP memberikan sertifikasinya, dan penempatannya oleh Binapenta. Setelah ditempatkan, ada peran PHI untuk membangun hubungan yang kondusif dan ada peran pengawas, bagaimana agar norma-norma kerja berjalan dengan baik," terangnya.

Jadi, imbuh Ida, jika ada salah satu keluar dari siklus itu, berarti ada yang pincang dari siklus yang dibangun. Sebab, tidak akan terjadi harmonisasi dan sinergi. Meski demikian, lanjutnya, tak ada kata terlambat untuk memulai dibandingkan tak memulai sama sekali.

"Mari menjadi bagian yang harmoni dari keluarga besar Kemnaker. Bapak-ibu punya peran strategis untuk terbangun harmoni itu. Siap Bapak Ibu? Siap melepaskan ego masing-masing?" tanyanya.

Ratusan pegawai eselon 3 dan eselon 4 di lingkungan Kemnaker pun langsung menjawab siap secara serentak. Ke depan, Ida kembali menegaskan bahwa kinerja pegawai Kemnaker tidak dibangun berdasar dari finger print (absensi tangan) saja.

"Mumpung tahun baru, mari semangat baru. Kemnaker ini milik kita bersama. Mari berikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kita akan terus membangun kebersamaan ini, membangun sinergitas dan sama-sama memotivasi antarkita masing-masing," tuturnya.



(mul/ega)