Tertular Sapi Gila, 25 Kontainer Pupuk Organik Dikembalikan
Rabu, 23 Nov 2005 20:35 WIB
Medan - Untuk mencegah kemungkinan berjangkitnya penyakit sapi gila di Sumatera Utara, pihak Bea dan Cukai di Medan mengembalikan 25 kontainer berisi pupuk organik (organic fertilizer) dari tepung dan daging. Kontainer itu dipulangkan ke negeri asalnya di Belgia, karena negara itu termasuk salah satu negara yang pernah tertular penyakit sapi gila.Pada Selasa (23/11/2005), ke 25 kontainer yang dalam pengirimannya disebutkan sebagai organic fertilizer itu, dikirimkan kembali dengan menggunakan kapal MV Yossa Bhum Voy, 5094 dengan tujuan Penang, Malaysia.Dalam keterangan persnya di Belawan, Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Belawan Tambos M Naiborhu menyebutkan, kontainer yang dipulangkan pada hari ini, tiba di Medan pada 8 September 2005 dengan menggunakan kapal MV Cosco Hongkong Voy 0022F. Pengimpornya sebuah perusahaan yang diinisiallkan sebagai CV DJ dengan alamat di Medan."Setelah berkoordinasi dengan Balai Karantina Hewan Kelas I Belawan, akhirnya diputuskan untuk mengirim kembali kontainer itu ke negara asal," kata Tambos di kantornya, Rabu (23/11/2005). Pertimbangannya adalah Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan, Departemen Pertanian No TN.340/28/E/01.2002 tanggal 24 Januari 2003. Surat Edaran itu pada pokoknya tentang penghentian sementara pemasukan ruminansia dan produknya dari negara tertular Bovine Spongioform Enchepalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila.Dalam kaitan ini, Tambos menjelaskan, pemulangan kembali kontainer itu berdasarkan pasal 53 UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang menyatakan bahwa semua barang yang dilarang, atau tidak memenuhi syarat untuk diimpor jika telah diberitahukan dengan pemberitahuan pabean, atas permintaan importir dapat diekspor kembali."Kalau kita biarkan masuk, ada potensi di Indonesia akan tertular juga penyakit sapi gila. Jika ini terjadi, kita akan mengalami kerugian secara ekonomi. Ekspor Indonesia akan mengalami masalah karena dalam banyak hal, importir mensyaratkan negara asal atau negara pengekspor bebas dari penyakit ini," kata Kepala Balai Karantina Hewan Kelas I Belawan Piun Brahmana yang turut menyaksikan pengiriman kembali kontainer itu.Sebelum pemulangan kontainer yang dilakukan pada hari ini, dua bulan lalu Bea dan Cukai juga mengembalikan 19 kontainer dengan masalah serupa. Saat ini sebanyak 24 kontainer lagi pupuk yang juga asal Belgia menunggu pemulangan. Kontainer itu tiba pada 29 September 2005 dengan menggunakan kapal MV Nitji Bhum Voy 5077 Pengimpornya juga CV DJ dan pemulangannya masih menunggu booking kapal berikutnya.
(ahm/)











































