Simeulue Aceh Sangat Rawan Gempa dan Tsunami, Ini Catatan Sejarahnya

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 16:17 WIB
Foto ilustrasi salah satu sudut pantai di Simeulue, Aceh. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Tadi siang, Pulau Simeulue diguncang gempa magnitudo (M) 6,1. Pulau di sebelah barat Aceh ini memang rentan diguncang lindu dan dihantam gelombang tsunami.

"Kawasan Pulau Simeulue memang sangat rawan terjadi gempa dan tsunami. Catatan sejarah menunjukkan beberapa gempa kuat pernah terjadi di wilayah ini," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Selasa (7/1/2020).



Daryono kemudian memaparkan catatan masa lalu. Simeulue pernah dilanda gempa dan tsunami pada 4 Januari 1907. Saat itu, gempa berkekuatan M 7,6, dirasakan hingga Pariaman, Air Bangis, Natal, Siborongborong, Bagansiapi-api, Sidikalang, Barus, Tandjungbalia, dan Sibolga. Korbannya ratusan jiwa.

"Gempa ini dalam waktu singkat menimbulkan tsunami hingga menyebabkan kerusakan di Pulau Simeulue. Tsunami teramati di seluruh Pantai Aceh, Teluk Tapanuli, Kepulauan Mentawai, Gunungsitoli, Barus, Meulaboh, dan Pulau Tello. Catatan mengenai terjadinya tsunami juga dilaporkan di Pelabuhan Telukbayur, Padang. Dampak tsunami ini menyebabkan timbulnya korban jiwa sebanyak 400 orang meninggal dunia," kata Daryono.



Selanjutnya, ada gempa Simeulue pada 2 November 2002. Gempa saat itu termasuk kuat, yakni M 7,2. Gempa ini bersumber di zona megathrust. Bangunan rumah rusak, beberapa orang meinggal dan puluahan orang luka-luka.

Gempa kuat Simelue terakhir terjadi pada 20 Februari 2008. Saat itu, gempa M 7,3 menimbulkan kerusakan dan menimbulkan 4 korban jiwa. Gempa ini juga berpusat di zona megathrust Simeulue.



Tonton juga video Heboh Kemunculan Awan 'Tsunami' di Maros, BMKG Ungkap Penyebabnya:

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/rvk)