Dilarang Menyanyi dan Dulukan Kaki Kiri, Ini 10 Adab di Kamar Mandi

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 15:05 WIB
Foto: Thinkstock/Dilarang Menyanyi dan Dulukan Kaki Kiri, Ini 10 Adab di Kamar Mandi
Jakarta - Islam adalah agama lengkap yang mengatur semua aspek dalam kehidupan umatnya. Termasuk saat berada di kamar mandi untuk membersihkan diri atau buang hajat.

Adab yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya menjadi tuntunan, supaya bisa buang hajat tanpa mengganggu lingkungan sekitar. Berikut 10 hadist tentang adab di kamar mandi.


1. Doa saat masuk kamar mandi

Sama seperti aktivitas lain, masuk kamar mandi juga diawali dengan doa. Rasulullah SAW telah menyatakannya dalam hadist tentang masuk kamar mandi.

كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: "Rasulullah SAW ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)." (HR Bukhari dan Muslim).

Hadist tentang masuk kamar mandi lainnya berasal dari Abu Said Al-Khudri RA.

سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُث َ وْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ

Artinya: "Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: Bismillah." (HR Ibnu Adi, At-Thabrani, dan Ibnu Hajar).

Hukum membaca doa masuk kamar mandi memang tidak dijelaskan wajib atau sunna. Namun akan lebih baik membaca doa supaya selalu dalam lindungan Allah SWT, termasuk saat di kamar mandi.

2. Dahulukan kaki kiri

Nabi Muhammad SAW kerap diceritakan lebih senang mendahulukan kaki dan tangan kanan dibandingkan kiri. Namun saat masuk kamar mandi, Rasulullah SAW mendahulukan kaki kiri dibanding kanan.

كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: "Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)." (HR Bukhari dan Muslim).

Berbeda dengan saat masuk, keluar kamar mandi didahului kaki kiri. Adab mandi dan buang hajat ini sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat urusan mandi dan buang hajat sudah selesai.


3. Tidak membawa barang yang ada tulisan Allah SWT

Beberapa hadist menyarankan tidak membawa barang yang betuliskan lafadz Allah SWT. Hal ini sesuai firmanNya dalam surat Al-Hajj ayat 32.

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Arab latin: żālika wa may yu'azzim sya'ā`irallāhi fa innahā min taqwal-qulụb

Artinya: Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Selanjutnya Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, "Jika ia mau, ia boleh memasukkan barang tersebut dalam genggaman tangannya. Sedangkan jika ia takut barang tersebut hilang karena diletakkan di luar, maka boleh masuk ke dalam kamar mandi dengan barang tersebut dengan alasan kondisi darurat." Kutipan ini bisa dilihat di buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3