BPPT Sudah Tebar 25 Ribu Kg Garam, Arahkan Hujan Turun di Laut

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 12:33 WIB
Foto: Kepala BPPT Hammam Riza. (Jefrie-detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) menunjukkan hasil yang positif. Intensitas hujan saat ini turun hingga 40%.

"Kalau kita membandingkan dengan prakiraan, kita menganggap bahwa harapan kita untuk mengurangi atau pun mereduksi intensitas hujan itu sampai 30-40% itu kelihatannya menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Kita terus lanjutkan sampai prakiraan hujan intensitas tinggi itu kan juga akan terjadi bergerak terus," kata Hammam Riza di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).


Dia mengatakan pihaknya terus melakukan modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca itu telah dilakukan sejak 3 Januari 2020 dan masih berlangsung.

"Kita telah melaksanakan 16 sorti penerbangan, 8 dengan menggunakan Kasa 295 yang mengangkat setiap kali sorti penerbangan 2,4 ton (garam) dan kemudian ada 8 sorti penerbangan menggunakan CN295, itu 2,4 ton, dengan Kasa 212 itu sekitar 800 kilogram setiap kali dalam sorti penerbangan," ucapnya.

"Alhamdulillah kita melaksanakan penerbangan, penyemaian garam itu di wilayah barat, barat daya, kemudian barat laut, Jabodetabek dam kemudian masuk juga ke timur Lampur dan juga ke sebagian wilayah Teluk Jakarta," sambung Hamam.

Dia mengatakan sekitar 25 ribu kilogram garam telah ditebar ke langit untuk upaya modifikasi cuaca ini. "Total seluruhnya ada 25.600 kilogram garam yang sudah kita sebar di dalam 16 sorti penerbangan," ungkapnya.


Hammam menyebutkan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG. Dia mengatakan, BPPT berupaya agar hujan turun di wilahah perairan.

"BMKG kan memperkirakan adanya udara basah yang datang dari Afrika itu masuk melalui Sumatera bagian barat kemudian turun ke Lampung masuk ke daerah Jawa Barat, Banten, hingga pada Jabodetabek. Ini sebelum sampai udara basah itu dengan awan-awan yang merupakan awan hujan lebat itu kita semai sehingga dia turun hujan di perairan, di laut, di Selat Sunda, Teluk Jakarta, tapi tidak masuk sampai daratan. Pun kalau ada itu adalah sisa-sisa dari pada ini," jelasnya. (jef/idh)