Gelombang Tinggi di Selat Makassar, Nelayan Diimbau Tak Melaut

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 12:31 WIB
Foto: Ardian Fanani/ILUSTRASI/ Selat Bali
Makassar - Pihak Syahbandar Pelabuhan Kota Makassar, Sulsel, meminta nelayan menunda pelayarannya selama beberapa hari ke depan. Alasannya, gelombang tinggi terjadi di sekitar Selat Makassar.

"Jadi ada pemberitahuan yang keluar, jadi memberitahukan kepada kapal-kapal tradisional ya, kapal kapal perikanan agar menunda pelayarannya sehubungan dengan cuaca sekarang kurang bersahabat," kata Kepala Syahbandar Utama Makassar, Ahmad Wahid, Selasa (7/1/2019).

Berdasarkan laporan BMKG ke pihak Syahbandar Makassar, tinggi gelombang di sekitar Selat Makassar di atas 2 meter . Tingginya gelombang dianggap membahayakan keselamatan para nelayan yang mencari ikan.

"Syahbandar selaku pemegang kekuasaan terkait keselamatan pelayaran. Jadi kami punya tanggungjawab memberitahu ke pelaut tradisional untuk menunda pelayaran," ujar Ahmad.




Soal imbauan agar nelayan tak melaut hingga tanggal 9 Januari disebut Ahmad masih bersifat sementara. Jika BMKG memberikan laporan gelombang masih tinggi, maka pihaknya akan menerbitkan surat imbauan terbaru.

Rata-rata, kapal nelayan di Makassar bersandar di pelabuhan Paotere dan Kayu Bangkoa. Berdasarkan data Syahbandar Makassar, jumlah kapal nelayan tradisional mencapai 109 kapal.




"Kami kemarin ada pendataan kapal termasuk berukuran kecil yang ada di Pantai Losari dan kapal tradisional dan bebek bebek kami data, jadi ada 109 kapal tradisional, termasuk kapal perikanan dan kapal penumpang antarpulau yang ada di Makassar, ini sementara baru data awal," sambungnya.

Pihaknya bersama dinas terkait akan melakukan pemeriksaan kapal-kapal khususnya pada bagian dokumen kapal dan alat kelengkapan keselamatan yang ada di kapal. (fiq/fdn)