Round-Up

PKL di Trotoar Kramat: Ditolak Warga, Difasilitasi Pemkot

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 07:14 WIB
Foto Kondisi trotoar Salemba (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta - Warga memprotes keras aksi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di totoar sepanjang Jalan Kramat Raya sampai dengan Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Meskipun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memberi restu ke PKL untuk mendirikan usaha di sepanjang trotoar itu.

Aksi protes warga itu ditandai dengan memasang spanduk yang bertuliskan 'Kami Seluruh Tokoh Masyarakat, Para Ketua RW, Ketua LMK, Ketua FKDM, Ketua Karang Taruna, Citra Bhayangkara SE-Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Kota Adm. Jakarta Pusat MENOLAK Seluruh Pedestrian/Trotoar di Sepanjang Jl Kramat Raya Sampai dengan Jl Salemba Raya Dijadikan Tempat Usaha Para Pedagang Kaki Lima (PKL)'.



Menurut Ketua RW 3 Kelurahan Paseban, M Yunus, spanduk itu sudah dipasang pihaknya sejak akhir Desember 2019. Yunus menyayangkan jika trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki justru digunakan oleh PKL untuk berjualan.

"Kita lihat ini karena emang trotoar kan udah dibagusin, jadi sayang aja masyarakat kalau masih nggak enak jalannya gara-gara ada pedagang kaki lima atau motor yang jaga," kata Yunus saat ditemui di Balai Warga RW 3 Jalan Paseban Baru 5, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Menurut Yunus, biasanya ada sekitar 10 PKL yang mangkal di trotoar Jalan Salemba Raya. Yunus mengatakan akan mengimbau para pedagang yang sebagian adalah warga di lingkungannya agar tidak lagi berjualan di trotoar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3