Buku Terorisme Laris di Yogya
Rabu, 23 Nov 2005 17:02 WIB
Yogyakarta - Buku-buku yang mengulas masalah terorisme maupun Jamaah Islamiyah (JI) saat ini laris manis, bak kacang goreng. Tidak hanya buku 'Membongkar Jamaah Islamiyah' karangan Nasir Abas dan 'Aku Melawan Teroris' karangan Imam Samudra saja yang laris di pasaran. Namun beberapa buku lain juga laris terjual di beberapa toko buku di kota Yogyakarta.Berdasarkan pantauan detikcom hari ini, Rabu (23/11/2005) di beberapa toko buku di Yogyakarta, sedikitnya ada tiga buku lagi yang ikut laris terjual selain karangan Nasir Abas dan Imam Samudra. Tiga buku itu adalah 'Kata Orang, Ayah Teroris' karangan Paridah Abas istri terpidana mati bom Bali I, Mukhlas, 'Mereka adalah Teroris' karangan Al Ustad Luqman bin Muhammad Ba'abduh dan 'Negara Tuhan; The Thematic Encyclopaedia' karangan Agus Maftuh Abegebriel."Beberapa bulan lalu yang paling laris bukunya Imam Samudra, tapi sudah habis lama dan belum ada kiriman lagi dari distributor. Padahal masih banyak konsumen yang menanyakannya," kata Achmad Noor (31) pemilik kios buku Khazanah Gejayan Yogyakarta.Dulu, pada awal beredar Oktober 2004, sebanyak 20 buku jatah dari distributor habis dalam waktu satu bulan. Sedangkan pada cetakan kedua dan ketiga hingga pertengahan tahun ini juga habis terjual dalam waktu singkat. Sedangkan buku Nasir Abas sudah mulai dipasarkan di sekitar Yogyakarta sejak bulan September 2005, namun baru meningkat beberapa waktu ini."Sejak bulan puasa kemarin Buku Imam Samudra sudah tak ada stok. Moga-moga buku baru karangan Nasir Abas juga akan laris," kata Noor yang selama satu bulan ini sudah menjual lebih dari 10 buku.Hal senada juga dikatakan Ridwan (45), seorang pedagang buku di Shoping Center Jl Senopati, Yogyakarta. Saat ini, buku 'Kata Orang, Ayah Teroris' terbitan Jazera Solo dan 'Membongkar Jamaah Islamiyah' juga banyak dicari konsumen. Sedangkan buku lain yang juga membahas masalah JI dan jihad yang juga dicari berjudul 'Mereka adalah Teroris'. "Kami belum tahu apakah buku Nasir ini juga akan laris seperti bukunya Imam Samudra atau tidak," katanya.Buku 'Mereka adalah Teroris' sebenarnya banyak membahas masalah jihad dari sisi syariat. Buku ini dapat juga dikatakan sebagai buku bantahan terhadap buku Imam Samudra. Namun buku ini berbeda dengan karangan Nasir Abas yang lebih menceritakan pengalaman pribadinya saat berjihad di Afghanistan dan menjadi Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI). Dalam buku 'Mereka adalah Teroris', sebagian besar berisi bantahan terhadap statemen-statemen Imam Samudra yang menjustifikasi aksi-aksinya. Buku tersebut justru berusaha menunjukkan kedustaan dan kebodohan Imam Samudra dalam masalah agama. Tidak hanya itu, buku ini juga memuat nasihat-nasihat dan peringatan kepada umat atas bahaya terorisme.Sementara buku 'Negara Tuhan; The Thematic Encyclopaedia' karangan Agus Maftuh yang diterbitkan Siyasah Research (SR) Institute Publishing itu dicetak cukup eksklusif dengan sampul hard cover dengan tebal 1.000 halaman. Dalam buku itu, Agus juga membahas masalah JI mulai dari sejarah hingga perkembangan dan kegiatannya. JI, menurut Agus, ingin mendirikan khilafah global di wilayah Asia Tenggara. JI memang benar-benar ada dan bukan sebuah rekayasa. JI merupakan organisasi gerakan yang mempunyai jam terbang internasional yang tidak dibatasi oleh wilayah teritorial sebuah negara.
(asy/)











































