Mesin Waktu

Saat Amerika Serikat Menyetop Sementara Operasi Implan Payudara

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 18:07 WIB
Foto: Ilustrasi implan payudara (AP Photo)

Langkah pemerintah Amerika Serikat ini menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia bahwa implan payudara silikon bisa bocor atau pecah sehingga bisa menyebabkan cedera atau penyakit. Akibatnya beberapa negara turut menghentikan termasuk Jerman, Spanyol, Prancis, Austria, dan Italia.

Namun ahli bedah di Inggris memutuskan tetap menjalankan pemakaian implan silikon itu. Mereka bersikeras bahwa implan payudara aman. Menurut BBC, ahli bedah di Inggris berargumen hanya sedikit efek samping yang dilaporkan sejak implan silikon tersebut diperkenalkan pada 1962 oleh Thomas Cronin dan Frank Gerow.

"Kami masih menunggu bukti yang mendukung pemeriksaan ilmiah bahwa ada bahaya dari implan ini," ujar Paul Levick, dokter dari National Hospital for Aesthetic Plastic Surgery di Bromsgrove, Worcestershire, Inggris seperti yang dikutip dari BBC.

Belakangan situs web FDA pada akhir 2019 dalam rancangan aturan soal implan payudara yang belum disahkan menyatakan hanya ada dua tipe implan payudara yang bisa beredar di Amerika Serikat. Keduanya dibungkus dengan kulit silikon namun masing-masing berisi saline dan gel silikon.

Rancangan aturan itu juga menyebut semua pasien harus mendapat informasi soal breast implant associate-anaplastic large cell lymphoma (BIA-ALCL) pada perempuan yang punya implan payudara. ALCL adalah sejenis non-Hodgkin's lymphoma atau kanker pada sistem imun.
Halaman

(pal/fjp)