Warga Pasang Spanduk, Tolak PKL Jualan di Trotoar Jl Kramat-Salemba Raya

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 14:08 WIB
Warga pasang spanduk penolakan karena trotoar di Jalan Salemba Raya Jakarta Pusat diserobot PKL. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta - Sebuah spanduk berisi penolakan trotoar digunakan oleh pedagang kaki lima (PKL) terpasang di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Diketahui, spanduk itu dipasang oleh warga sekitar yang terganggu karena trotoar untuk pejalan kaki diserobot oleh PKL.

Pantauan detikcom, Senin (6/1/2020), spanduk itu terpasang di Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, tepatnya di trotoar depan STIE YAI. Spanduk itu sudah tidak terpasang dengan baik dan sudah robek-robek di beberapa bagian.

Spanduk itu bertulisan 'Kami Seluruh Tokoh Masyarakat, Para Ketua RW, Ketua LMK, Ketua FKDM, Ketua Karang Taruna, Citra Bhayangkara SE-Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Kota Adm. Jakarta Pusat MENOLAK Seluruh Pedestrian/Trotoar di Sepanjang Jl Kramat Raya Sampai dengan Jl Salemba Raya Dijadikan Tempat Usaha Para Pedagang Kaki Lima (PKL)'.


Di trotoar Jalan Salemba Raya siang ini, terlihat dua PKL berjualan di dekat Pasar Paseban. Selain itu, masih ada motor dan ojek online yang parkir sembarangan di trotoar.

Ketua RW 3 Kelurahan Paseban, M Yunus, mengatakan spanduk itu sudah dipasang pihaknya sejak akhir Desember 2019. Yunus menyayangkan jika trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki justru digunakan oleh PKL untuk berjualan.

Trotoar di Jalan Salemba Raya Jakarta Pusat diserobot PKLTrotoar di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, diserobot PKL. (Yogi Ernes/detikcom)

"Kita lihat ini karena emang trotoar kan udah dibagusin, jadi sayang aja masyarakat kalau masih nggak enak jalannya gara-gara ada pedagang kaki lima atau motor yang jaga," kata Yunus saat ditemui di Balai Warga RW 3 Jalan Paseban Baru 5, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Menurut Yunus, biasanya ada sekitar 10 PKL yang mangkal di trotoar Jalan Salemba Raya. Yunus pun mengatakan akan mengimbau para pedagang yang sebagian adalah warga di lingkungannya agar tidak lagi berjualan di trotoar.


"Itu sebagian warga saya juga. Jadi itu pedagang bolehnya jualan di jalan-jalan Gang Paseban aja. Ada yang keliling gitu. Pokoknya di trotoar nggak boleh," ujarnya.

Yunus mengaku akan bekerja sama dengan petugas Satpol PP Kelurahan Paseban untuk memastikan trotoar bersih dari PKL. Petugas Satpol PP disebutnya sudah berpatroli sejak warga mengeluarkan pernyataan sikap penolakan itu.

"Iya nanti kan juga ada petugas Satpol PP yang mobile jaga. Dari pas kita pernyataan sikap juga udah ada yang keliling," ungkap Yunus.


Tonton juga Duh! Trotoar di Gondangdia Dijajah PKL Nih :

[Gambas:Video 20detik]

(azr/hri)