Tak Ada Cetakan IV, Buku Imam Samudra di Solo Habis

Tak Ada Cetakan IV, Buku Imam Samudra di Solo Habis

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2005 15:52 WIB
Jakarta - Meski laris manis, namun penerbit Jazera tidak lagi mencetak ulang buku 'Aku Melawan Teroris' karya Imam Samudra. Jazera hanya menerbitkannya hingga cetakan III. Sementara, di toko-toko buku di Solo, buka Imam Samudra ini sudah sulit didapat. Direktur Jazera yang juga penyunting buku 'Aku Melawan Teroris', Bambang Sukirno, menyatakan, pihaknya melempar buku Samudera pertama kali pada September 2004. Karena pasar menyambut positif, pihaknya mencetak ulang pada Oktober 2004. Cetakan kedua habis juga diburu pembeli. Bambang akhirnya mencetak ulang untuk ketigakalinya pada November 2004. Lagi-lagi buku Imam Samudra ludes di pasaran. "Setelah cetakan ketiga ini, saya memutuskan tidak akan mencetak lagi," kata Bambang kepada detikcom, Rabu (23/11/2005). Mengapa Bambang tidak mencetak ulang lagi buku Imam Samudra, padahal laris manis di pasaran? Sayang, Imam tidak menjelaskan alasannya. Saat ini, buku Imam Samudra makin diburu banyak orang. Apalagi, Depag dan MUI menyatakan akan meneliti buku tersebut. Imbauan agar buku yang menceritakan tentang kehidupan Imam Samudra termasuk kehidupan di penjara ini dilarang juga sudah mulai muncul. Larangan ini muncul, salah satunya karena diisukan bahwa buku Samudra ini menyimpan banyak kode-kode dan sandi-sandi untuk para pengikutnya. Banyak toko buku di Solo tidak lagi menjual buku Imam Samudra. Alasannya sudah tidak ada lagi stok. Sejumlah toko buku besar di Solo mengaku sudah cukup lama tidak menjual buku karya Imam Samudra. Demikian juga dengan deretan toko buku murah di belakang Taman Sriwedari. Tidak ada satu pun toko yang mengaku masih memiliki stok buku tersebut. Salah satu toko buku yang masih memiliki stok buku Imam Saumdra cukup banyak adalah toko buku Arafah di depan Pesantren Ngruki. Namun pemilik toko, Tri Asmoro, mengakui permintaan pembeli untuk bukutersebut sudah tidak selaris dulu meskipun telah diberi diskon 10% dari harga umum."Dulu waktu awal-awalnya dalam sebulan bisa terjual 20 hingga 30 buku. Tapi sekarang tidak lebih dari 3 hingga 4 buku dalam sebulannya. Sepertinya adanya wacana pelarangan itu pun tidak memicu orang untuk membeli sebelum resmi dilarang oleh pemerintah," papar Tri, Rabu (23/11/2005).Sedangkan buku 'Membongkar JI' yang oleh penulisnya, Nasir Abas, disebut sengaja ditulis untuk membantah buku Imam Samudra, hingga saat ini masih sulit didapatkan di Solo. Pihak toko buku hingga kini belum mendapat kiriman dari penerbitnya di Jakarta."Untuk toko buku islami, boleh disebut kami terbesar di Solo. Biasanya kami selalu dikirimi paling awal dibanding toko buku lainnya. Hingga saat ini kami belum menerima kirimannya, mungkin karena penerbitnya baru sehingga belum memiliki list toko-toko buku di daerah. Namun kami mendengar kabar buku itu hanya akan dijual di tempat-tempat khusus," ujar Tri Asmoro. (asy/)


Berita Terkait