Lumpur di Vila Nusa Indah Masih Sebetis Usai Banjir, Begini Kondisinya

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 10:55 WIB
Lumpur di Perumahan Vila Nusa Indah Bogor. (Isal Mawardi/detikcom)
Bogor - Banjir bandang menerjang Perumahan Vila Nusa Indah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal 2020 ini. Lumpur masih terlihat di mana-mana.

Pantauan detikcom pukul 09.50 WIB, lumpur tampak memenuhi jalanan Blok Y12, RT 5/24, Perumahan Vila Nusa Indah. Tinggi lumpur sebetis orang dewasa.

Lumpur yang menumpuk tampak sangat tebal. Bau tak sedap tercium jelas. Kendaraan baik mobil maupun motor tidak bisa melintas.


detikcom mencoba menyusuri jalanan berlumpur itu dengan berjalan kaki. Terasa kaki sulit melangkah karena tebalnya lumpur. Beberapa kali orang yang melintasi jalanan berlumpur itu tampak terhuyung.

Terlihat rongsokan perabotan seperti lemari, kasur, pot tanaman, baju, mesin cuci, hingga kompor berserakan di halaman rumah. Tampak lumpur masih menyelimuti perabotan itu.

Sejumlah warga tampak menyingkirkan lumpur dari dalam rumahnya. Lumpur diangkat menggunakan karung goni dan dibuang di samping rumahnya.

Terlihat dua pria sedang membersihkan jalan dari lumpur menggunakan tongkat keruk. Mereka tampak kesulitan bergerak karena lumpur yang berada di kaki kedua pria itu sungguh tebal.

Foto: Isal Mawardi/detikcomFoto: Isal Mawardi/detikcom


Lumpur yang menutupi jalanan membuat batas parit dan jalanan tidak tampak. Terlihat tikus berlarian di pinggiran rumah warga.


Seorang warga, Indra, mengatakan lumpur mengendap sejak 2 Januari. "Di dalam rumah sih sampai masuk, sampai sebetis," ujar Indra ketika ditemui detikcom.

Indra bersama keluarganya sedang membersihkan rumahnya dari lumpur. Lumpur yang masuk ke dalam rumah menyebabkan sejumlah perabotan milik Indra rusak.

"Mungkin (total kerugian) Rp 100-200 juta karena yang kena kebanyakan alat-alat elektronik ya, TV di dalam ada 3, terus kulkas, kompor, kemudian motor (ada) 2, AC (ada) 3," ujar Indra.

Warga lainnya, Dewi, juga kesulitan menyingkirkan lumpur di sekitar rumahnya. Karena lumpur, aktivitasnya terbatas.

"Akses keluar-masuknya (rumah) masih susah karena kaya begini (lumpur)," tutur Dewi. (isa/hri)