Buku Imam Samudra Laris, Buku Paridah Abas Kurang Laku
Rabu, 23 Nov 2005 14:42 WIB
Solo - Buku Imam Samudra yang berjudul 'Aku Melawan Teroris' laris manis di pasaran. Namun, buku yang ditulis Paridah Abas, istri terpidana bom Bali Muklas, kurang laku. Kedua buku ini diterbitkan oleh Jazera, sebuah penerbit di Solo. Menurut Direktur Jazera yang juga penyunting buku 'Aku Melawan Teroris', Bambang Sukirno, buku Imam Samudra memang laris manis. Dia yakin bahwa saat ini buku Imam Samudra sudah habis di toko-toko buku. "Saya kira sudah sangat sedikit, buku Imam Samudra yang beredar di pasaran," kata Bambang kepada detikcom, Rabu (23/11/2005). Selain itu Jazera juga menerbitkan buku yang diangkat dari catatan harian Paridah binti Abas dengan judul 'Kata Orang: Ayah Teroris'. "Kami menerbitkannya Agustus 2005 lalu, namun tidak begitu sukses di pasaran. Mungkin karena popularitasnya kalah jauh dibanding Imam Samudra," paparnya.Lebih lanjut, Bambang menyatakan, pembayaran bagi penulis buku diberikan berupa hak cipta. Untuk buku karya Imam Samudra, uang hak paten diberikan kepada keluarga Imam, sedangkan untuk buku Paridah diberikan langsung kepada Paridah. "Uang yang kami berikan tidak seberapa, tapi itu merupakan hak mereka dan kewajiban kami untuk membayarkannya," ujar Sukirno.Buku karya Paridah memang hingga saat ini masih banyak yang tersimpan di toko-toko buku di Solo. Buku ini ditulis berdasar catatan harian Paridah sebagai seorang istri buron hingga suaminya divonis masti oleh pengadilan.Masih menumpuknya buku Paridah ini tampak di rak-rak buku 'Toko Buku Arafah' yang berlokasi di Cemani, Sukoharjo. Pemilik toko, Tri Asmoro, mengaku buku Paridah kurang laku. Dia menilai kemungkinan pembaca kurang berminat terhadap buku Paridah, karena bahasan dalam buku itu tidak langsung menyentuh dalam persoalan lapangan, yaitu persoalan aksi-aksi pemboman.
(asy/)











































